- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengaudit wajib pajak penerima restitusi pajak tahun lalu.
- Restitusi pajak tahun 2025 mencapai Rp 361,2 triliun, dinilai terlalu besar oleh Menkeu Purbaya.
- Audit dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dan memperbaiki kondisi fiskal negara dari potensi kerugian.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk mengaudit para wajib pajak (WP) yang menerima restitusi jumbo dari Pemerintah tahun lalu.
Menkeu Purbaya beralasan kalau restitusi pajak tahun lalu dianggap terlalu besar. Adapun pengembalian atau restitusi pajak pada 2025 mencapai Rp 361,2 triliun.
"Kita akan audit, yang kelihatannya besar-besar yang mencurigakan tahun lalu. Karena tahun lalu kita keluarin berapa tuh, Rp 360 triliun," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026, dikutip Senin (2/3/2026).
Purbaya menilai kalau restitusi atau pengembalian pajak yang dilakukan Pemerintah terlalu besar. Ia juga menduga ada celah yang bisa dimainkan dalam kebijakan itu.
Lebih lanjut Purbaya menyebut kalau audit para WP penerima restitusi pajak dilakukan agar uang negara tidak hilang sekaligus memperbaiki kondisi fiskal.
"Saya akan lihat ada enggak yang main-main di situ. Tujuannya apa? Tujuannya supaya ke depan kalau restitusi jangan main-main. Supaya uang saya enggak hilang gitu, dan perbaiki kondisi fiskal juga," jelasnya.
Sekadar informasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat nilai restitusi pajak sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 361,2 triliun. Angka ini melonjak 35,94 persen secara tahunan (year on year atau yoy) dibandingkan pada 2024 dengan angka Rp 265,7 triliun.
Berdasarkan data Kemenkeu, lonjakan restitusi tersebut berasal dari selisih antara realisasi sementara penerimaan pajak bruto dan penerimaan pajak neto.
Sepanjang 2025, penerimaan pajak bruto tercatat mencapai Rp 2.278,8 triliun, sementara penerimaan pajak neto berada di level Rp 1.917,6 triliun.
Baca Juga: Janji Manis Purbaya Menguap, THR ASN Masih 'Ghaib' Jelang Pekan Kedua Ramadan
Berita Terkait
-
Janji Manis Purbaya Menguap, THR ASN Masih 'Ghaib' Jelang Pekan Kedua Ramadan
-
Purbaya Turun Tangan Selesaikan Proyek Jumbo Gas Abadi Masela
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak
-
Batas Waktu Segera Berakhir, Ini Cara Lapor SPT PPh 21 Desember 2025 di Coretax Anti Gagal
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Minyakita Dijamin Tetap Ada, Distribusi Bisa 100% Lewat BUMN
-
Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?
-
3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas