Bisnis / Makro
Selasa, 09 September 2014 | 14:22 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Dunia di ambang krisis pekerjaan dan apabila ini terjadi akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Bank Dunia mengungkapkan, tidak ada peluru ajaib yang bisa menyelesaikan masalah ini.

Dalam studi yang dirilis pada G20 Labour and Employment Ministerial Meeting di Australia, Bank Dunia mengatakan, diperlukan 600 juta lapagan pekerjaan hingga 2030 untuk bisa mengimbangi pertambahan penduduk dunia.

“Tidak ada keraguan lagi bahwa krisis pekerjaan akan melanda dunia. Laporan ini memperjelas hal itu, bahwa ada kekurangan pekerjaan dan juga pekerjaan yang berkualitas,” kata Nigel Twose, Direktur Senior Bank Dunia untuk sektor pekerjaan.

Yang juga mengkhawatirkan, kata Nigel, kesenjangan gaji dan pemasukan yang semakin besar di negara G20, meski sudah ada kemajuan di negara berkembang seperti Brasil dan Afrika Selatan.

Nigel mengatakan, negara berkembang telah mengalami kemajuan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dibandingkan negara-negara yang tergabung dalam G20.

Berdasarkan laporan itu, lebih dari 100 juta orang tidak mempunyai pekerjaan di negara G20 dan 447 juta orang masuk kategori pekerja miskin dan hidup dengan pendapatan 2 dolar Amerika atau sekitar Rp22 ribu per hari. (AFP/CNA)

Load More