Suara.com - Pengamat energi dari ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengharapkan, Sudirman Said yang akan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM bisa membenahi sektor ESDM ke depan.
"Kalau membaca rekam jejak di bidang transparansi dan pengawasan, beliau salah satu figur yang berpotensi bisa melakukan pembenahan sektor ESDM," katanya.
Menurut dia, meski berlatar belakang akuntan, namun Sudirman juga mempunyai pengalaman bekerja di BUMN yakni PT Pertamina (Persero) dan perusahaan swasta yang bergerak di bidang energi dan pertambangan yaitu PT Indika Energi Tbk dan PT Petrosea Tbk.
Komaidi melihat, penempatan sektor ESDM di bawah Kementerian Koordinator Kemartiman sesuai dengan tujuan Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang memprioritaskan kemaritiman.
Dengan tujuan tersebut, lanjutnya, sektor ESDM mengalami perubahan paradigma.
Dahulu, saat di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian, sektor ESDM dilihat lebih dari aspek ekonomi yakni pemenuhan penerimaan devisa dan APBN.
"Sekarang ini, saya melihat sektor ESDM khususnya migas ditempatkan sebagai pendukung agar kita jaya sebagai bangsa maritim," ujar Komaidi.
Harapan transparansi pengelolaan ESDM tidaklah terlalu berlebihan. Sudirman dikenal pula sebagai aktivis transparansi dan pengawasan.
Sudirman adalah pendiri dan kini masih menjadi Anggota Dewan Pengawas Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI).
Turut pula dalam organisasi nirlaba tersebut mantan Menteri Pertambangan dan Energi Kuntoro Mangkusubroto dan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Erry Riyana Hardjapamekas yang sebelumnya keduanya disebut-sebut sebagai kandidat Menteri ESDM. (Antara)
Berita Terkait
-
Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen
-
Diskusi Lintas Generasi Soroti Krisis Bangsa, Indonesia Butuh Kepemimpinan Berintegritas
-
Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026
-
Iran Mulai Longgarkan Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Nasib Kapal Pertamina yang Terjebak
-
Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar
-
KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar
-
Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?
-
Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen
-
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026
-
HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan
-
Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini
-
Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut