Suara.com - Hari ini, Kamis (30/10/2014), Indonesia merayakan Hari Oeang ke-68. Perayaan tersebut ditandai dengan upara yang digelar oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro yang juga bertindak sebagai pembina upacara mengatakan, rupiah harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
"Pemerintah telah meluncurkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bisa jadi momentum menjadikan rupiah sebagai tuan rumah di negara sendiri," kata Bambang saat penyampaian amanat upacara di komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis
(30/10/2014).
Bambang menuturkan, Uang NKRI lahir setelah disahkan UU No 7/2011 tentang Mata Uang, dan secara resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2014. Peluncuran uang NKRI tersebut merupakan peristiwa penting setelah melewati pembahasan yang bertahun-tahun.
"Proses pembahasan UU telah dirintis sejak 2006 dan penetapannya baru dilakukan pada 2011," tuturnya.
Dia menjelaskan, adanya filosofi tersendiri terkait uang NKRI, diantaranya tanda tangan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah dan Bank Indonesia (BI) serta lambang Garuda Pancasila dan frasa NKRI.
"Uang NKRI merupakan manifestasi pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan dan BI," jelasnya.
Menurut Bambang, sudah selayaknya rupiah dihargai dan dihormati, hingga setiap transaksi keuangan di seluruh wilayah Indonesia wajib menggunakan rupiah. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka ada konsekuensi hukum pidana.
"Dengan uang NKRI, kita jadikan kedudukan rupiah semakin kuat sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional dan internasional," pungkasnya. (Tengku Sufiyanto)
Tag
Berita Terkait
-
Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?
-
Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri