Kepala Komite Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri mengatakan, butuh waktu sekitar dua hingga lima bulan masa transisi untuk menggantikan bahan bakar minyak RON88 (Premium) menjadi RON92 (Pertamax).
"Kami sudah konsultasikan hal tersebut. Pertamina menyanggupi bisa dalam dua bulan. Tapi karena terlalu mepet, paling lama lima bulan," kata Faisal Basri dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (21/12/2014).
Komite sebelumnya merekomendasikan penghentian impor RON88 (bahan bakar jenis premium) dan "gasoil" berkadar 0,35 persen sulfur (solar) dan secara berkala menggantinya dengan impor RON92 (dikenal sebagai Pertamax) dan "gasoil" 0,25 persen sulfur. Untuk mendorong proses penghapusan bensin RON88 dan menggantinya dengan RON92, Komite juga merekomendasikan agar pemerintah bisa mengalihkan produksi kilang domestik dari bensin RON88 menjadi RON92.
"Tadinya kami sangsi kilang kita bisa menghasilkan RON92 dengan cepat. Tapi kami cek dan konsultasi dengan Pertamina, mereka mengaku bisa menghasilkan RON92," katanya.
Meski merekomendasikan penghentian impor RON88 dan menggantinya dengan RON92, komite tetap meminta adanya sistem subsidi dengan pola tetap atau "fixed". Hal itu dilakukan sebagai usulan atas spekulasi adanya "ruang gelap" dalam mekanisme pengadaan BBM akibat kontroversi mengenai informasi yang tidak lengkap mengenai bagaimana pemerintah menentukan harga patokan jenis-jenis BBM tertentu.
Anggota Komite Reformasi Tata Kelola Migas Darmawan Prasodjo mengatakan selama masa transisi tersebut, pihaknya meyakini harga yang ditetapkan pemerintah tidak akan jauh berbeda dengan harga yang ada saat ini.
"Itu masih dipikirkan. Ini masih rekomendasi global kami kepada pemerintah. Kami meyakini, pemerintah dan Pertamina akan tentukan harga yang tidak jauh dari harga saat ini, tentu dengan subsidi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat