Suara.com - Bupati Kudus Musthofa mengatakan, pemerintah akan segera mengujicobakan pemberian Kredit Usaha Produktif (KUP) bagi masyarakat yang belum memiliki akses pinjaman dana ke bank untuk membiayai usahanya. Hal itu diungkapkan Musthofa usai diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa, (3/2/2015.
"Program ini akan dicobakan di wilayah Kabupaten Kudus. Prinsipnya adalah bagaimana memberikan dana pinjaman bagi masyarakat kecil yang 'non-bankable," kata Musthofa.
Menurut Mustofha, program Kredit Usaha Produktif (KUP) diharapkan bisa menyentuh masyarakat kecil dan membangkitkan semangat ekonomi kerakyatan.
KUP akan diberikan kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman lunak dengan dana minimal Rp5-Rp20 juta.
"Semua dana akan berasal dari bank lokal yang akan ada lembaga penjamin dengan premi yang relatif murah. Saya minta bunga bank sebesar enam persen," kata Musthofa.
Ditanya mengenai unsur pengawasan dalam pemberian kredit, Musthofa menyatakan sudah mengidentifikasi usaha kecil mana saja yang kredibel untuk mendapatkan KUP. "Disamping itu kita punya petugad pendamping wirausaha," tambahnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?
-
Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing
-
BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah
-
Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global