Suara.com - Ann Makosinski (17 tahun) mulai mendapat perhatian dari media setelah menjadi pemenang dalam Google Science Fair 2013 di kategori usia 15-16 tahun. Dia juga dinobatkan majalah Time sebagai 30 Under 30 Youth Changing the World. Namanya semakin dikenal dunia ketika perempuan keturunan Filipina Kanada itu tampil di acara TV The Tonight Show with Jimmy Fallon, NBC News, Yahoo News dan masih banyak lagi.
Makosinski telah menjadi inspirasi bagi remaja di dunia dengan memperlihatka bahwa seseorang bisa menciptakan masa depan dengan inspirasi, keingintahuan dan juga hasrat untuk mencapai tujuan. Cara Makosinski meraih popularitas adalah dengan menciptakan senter yang hidup dengan menggunakan panas tubuh.
Dia menciptakan senter itu terinspirasi dari sahabatnya di Mindanao yang nilai pelajarannya anjlok karena tidak bisa belajar rumah. Karena, tidak ada listrik di rumah sahabat Makosinski itu.
“Ketika sesuatu terjadi kepada orang yang anda kenal, biasanya akan memberikan pengaruh lebih besar kepada diri anda. Itu akan membuka mata anda bahwa hal seperti itu juga bisa menimpa orang lain,” katanya.
Makosinski sudah mulai mengikuti proyek sains sejak kelas 6. Dia pun mulai mengambil aksi dan belajar teknik-teknis dasar di sebuah toko mesin. Di sana, dia bermain dengan alat-alat elektronik kecil. Makosinski juga kerap meminta bantuan dari orang yang ahli.
Setelah tiga bulan bekerja di laboratorium, dia pun mendapatkan ide untuk menciptakan senter. SEnter itu menggunakan ubin Peltier yang bisa menghasilkan sejumlah kecil aliran listrik ketika dipanaskan di salah satu sisi tangan atau kening.
Makosinski membawa senter buatannya itu ke sejumlah pabrik mempatenkan hasil ciptaannya itu.
“Kesalahan persepsi terbesar tentang pelajar yang ikut dalam proyek sains adalah mereka dianggap sebagai anak yang super jenius. Faktanya, saya bukan anak yang jenius seperti yang dibayangkan banyak orang. Perbedaannya adalah, kami selalu bertanya tentang bagaimana sesuatu bekerja,” katanya.
Makosinski juga sudah menciptakan lampu kepala (headlamp) yang bisa menyimpang tenaga pada siang hari dan dimatikan ketika diperlukan. Sejumlah produk yang diciptakan Makosinski telah membawanya ke kantor Google.
“Saya ingat ketika pertama kali datang di kampus Google dan bersepeda untuk mengeksplorasi area itu. Sangat mengagumkan. Saya juga ingat bertemu dengan anak kecil yang usianya tidak jauh berbeda dengan saya dan mereka sangat terinspirasi dengan apa yang saya ciptakan,” ujarnya.
Apa rahasia sukses Makosinski?
“Tidak ada yang tidak mungkin. Kadang Anda tidak bisa mencapai sesuatu seperti yang Anda harapkan, namun dengan kerja keras dan berbuat baik kepada orang lain, Anda bisa mendapatkan segalanya. Jadi, berbuat baiklah kepada orang lain. Datangilah orang yang berdiri di pojok sendirian di sebuah acara, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Saya tahu karena saya pernah menjadi orang seperti itu, berdiri sendirian di sebuah acara pertemuan,” katanya.
Makosinski mendapatka inspirasi dari banyak orang. Mulai dari Charlie Chaplin, Tesla, Tyler Oakley, Ravi Shankar, Mel Brooks, PK Page dan Houdini.
“Saya mencontoh orang yang menciptakan sesuatu dan membagi bakat mereka serta pengetahuan kepada orang lain,” ujarnya.
Apa yang akan dijalani Makosinski apabila tidak terjun dalam dunia sains? “Saya akan menjalani karir di produksi media. Film favorot saya adalah Pelle the Conquerer dan Cit Lights. Saya masih punya hasrat besar untuk film,” jelasnya.
Makosinski mempunyai pesan kepada sesama remaja lain di seluruh dunia yang punya keinginan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik seperti dirinya.
“Apa yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu seharusnya tidak berdasarkan keinginan orang lain. Seperti yang dikatakan orangtua atau temanmu. Kamu harus melakukan yang kamu mau. Kamu hanya punya satu kali kehidupan, satu kali kesempatan, jadi jangan sia-siakan dengan melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan. Jangan biarkan sesuatu menunggu, lakukan sekarang,” katanya. (LifestyleInquier)
Tag
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA
-
Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir