Suara.com - Maskapai penerbangan AirAsia baru mencairkan asuransi kepada tiga keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh pada 28 Desember lalu di Selat Karimata.
Communication AirAsia Indonesia, Malinda Yasmin mengatakan, tiga asuransi tersebut dicairkan kepada keluarga penumpang yang sudah melengkapi semua dokumen yang diperlukan. Namun, Malinda menolak untuk menyebutkan nama dari penumpang yang sudah mendapatkan asuransi dengan pertimbangan keamanan.
“Jadi saat ini masih ada 105 dokumen yang sudah masuk, tetapi sebagain besar dari dokumen yang masuk itu masih banyak yang belum lengkap. Jadi, masih harus dilengkapi terlebih dahulu sebelum diproses,” kata Malinda kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (20/2/2015).
Malinda menambahkan, tidak ada batasan waktu yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada AirAsia dalam mencairkan asuransi kepada seluruh keluarga penumpang AirAsia QZ8501.
Masing-masing keluarga penumpang akan menerima asuransi sebesar Rp1,2 miliar dari perusahaan asuransi yang digunakan oleh AirAsia. Pesawat nahas itu membawa 162 penumpang dan kru saat jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah pada 28 Desember lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?
-
Izin Usaha Pendirian Unit Syariah PT Manulife Indonesia Dicabut, Ini Alasannya
-
Kurangi Antre Panjang, IFG Life Tawarkan Pengajuan Klaim Jatuh Tempo Secara Online
-
SBN Jadi Primadona: Hasil Investasi Asuransi Melonjak 60,43%, OJK Tatap 2026 dengan Optimistis
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Kasih Obat Kuat, BI Bakal Intervensi Rupiah Biar Perkasa
-
Target Harga PTRO, Buntut Potensi Masuk Inklusi Ganda MSCI dan FTSE
-
Insentif Fiskal Jadi Motor Ekonomi 2026, Sektor Properti Ikut Tawarkan Bebas PPN
-
Praktik Gesek Tunai di Paylater Ternyata Ilegal, Apa Itu Metodenya?
-
Saham PWON Terus Terbang 8,72%, Manajemen Buka Suara
-
Sumber Kekayaan Pasangan Patricia Schuldtz, Sukses di Balik Bisnis Keluarga Cendana
-
IHSG Stabil di Level 9.000, Saham BUMI Hingga SOHO Menguat Drastis
-
Kurs Uang Rial Ambruk 1.457.000 rial per Dolar AS, Nilainya Jauh di Bawah Rupiah
-
Airlangga Ingatkan Jagung Tak Sekadar Pangan, Harus Seimbang untuk Pakan dan Industri