Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu (8/4/2015) atau Kamis (9/4/2015) pagi waktu Indonesia, karena investor mencerna pengumuman risalah pertemuan terakhir Bank Sentral AS atau Federal Reserve.
Menurut risalah yang diumumkan pada Rabu, para pejabat Fed selama pertemuan kebijakannya pada Maret terpecah, atas apakah akan menaikkan suku bunga pada Juni atau tidak.
"Beberapa peserta menilai bahwa data dan prospek ekonomi kemungkinan besar akan menjamin dimulainya normalisasi pada pertemuan Juni," risalah menunjukkan.
Peserta lainnya menyatakan bahwa kenaikan suku bunga harus ditunda sampai akhir tahun ini. Ada juga beberapa yang mengatakan perekonomian tidak akan siap untuk kebijakan moneter ketat sampai tahun depan.
Para analis mengatakan argumen antara para pejabat Fed menegaskan ketidakpastian tentang waktu menaikkan suku bunga, yang menempatkan greenback atau dolar AS di bawah tekanan pada Rabu.
Setelah pertemuan kebijakan Maret, The Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa akan "tepat" untuk menaikkan suku bunga acuan ketika telah melihat "perbaikan lebih lanjut" di pasar tenaga kerja dan "cukup yakin" bahwa inflasi akan kembali ke target dua persen dalam jangka menengah.
Data ekonomi AS yang keluar sejak pertemuan Maret secara keseluruhan negatif. Laporan daftar upah non pertanian yang lebih lemah daripada perkiraan pada Jumat lalu, telah memicu kekhawatiran pasar bahwa pemulihan pasar tenaga kerja AS mengalami stagnasi.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,0799 dolar dari 1,0831 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4885 dolar dari 1,4833 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7704 dolar dari 0,7639 dolar.
Dolar AS dibeli 119,99 yen Jepang, lebih rendah dari 120,37 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun tipis ke 0,9648 franc Swiss dari 0,9653 franc Swiss, dan naik ke 1,2535 dolar Kanada dari 1,2492 dolar Kanada. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina