Suara.com - Indonesian Petroleum Association menyambut baik rencana pemerintah yang memasukkan sektor minyak dan gas ke dalam pelayanan satu pintu. Namun, IPA masih mempertanyakan kejelasan dari pemerintah terkait proses perizinan yang ditawarkan oleh pemerintah bagaimana.
Pasalnya, selama ini proses perizinan disektor migas terbilang sangat sulit dan melalui proses hingga bertahun-tahun. Direktur IPA, Marjolijin Wajong mengatakan PTSP tersebut harus dipilih sehingga jangan sampai pintu yang dimaksud terlalu banyak. Karena, jika banyak bukan mempercepat perizinan, namun akan semakin merumitkan.
"Kami senang dengan langkah pemerintah tersebut. Tetapi kita juga butuh kejelasan jika kita masuk dalam PTSP tersebut. Karena selama ini ada 341 izin yang tidak terurus, nanti kalau semua masuk di PTSP numpuk sama aja lama juga," katanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2015).
Marjolijin minta pemerintah untuk memangkas 341 perizinan tersebut. Menurutnya, pemerintah bisa memilah dan memilih izin-izin yang benar-benar diperlukan sehingga tidak terjadi penumpukan dan pemerintah bisa memprioritaskan kontraktor mana yang mendesak untuk diberi izin melakukan pengeboran.
"Kami beri masukan, sebaiknya izin-izin itu di-review kembali. Kalau 341 dimasukkan semua, terjadi bottlenecking," ujarnya.
Menurutnya pemerintah bisa melakukan studi banding dengan negara lain, terkait perizinan sektor migas. Studi banding itu dinilai penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di dalam negeri.
Dia menyontohkan pemenang lelang wilayah kerja migas hanya mengantongi kuasa pengelolaan lahan. Namun peruntukan lahan tersebut "dipagari" oleh berbagai instansi, mulai dari pemerintah daerah maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Lebih lanjut Marjolijin berharap agar saat dirinya bersama anggota IPA lain mendapatkan wilayah kerja, mereka sudah dapat mengetahui mana saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan.
"Kami usulkan saat kami dapat izin wilayah kerja, kami sudah dapat mengetahui mana saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Jangan sampai orang terlalu lama taruh uang akhirnya tidak bisa. Jadi kami harap izin pemda segala macam itu dapat segera didapatkan saat izin kerja," kata dia.
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
IHSG Meroket ke Level 6.400 di Sesi I, Saham Bakrie Berjaya
-
Prabowo Gelar Rapat Khusus Koperasi Desa Merah Putih, Sejumlah Menteri Dipanggil ke Istana
-
5 Rekomendasi Sunscreen Lokal untuk Usia 50 Tahun sesuai Review, Bye-bye Flek Hitam
-
Sunscreen Wardah untuk Usia 30 Tahun yang Mana? Ini 8 Pilihan Sesuai Klaim
-
Mengapa Publik Lebih Percaya Damkar daripada Aparat Penegak Hukum?
-
Di Mana Tempat Beli Sepatu Lari Hoka Ori? Ini 7 Rekomendasi Tokonya di Indonesia
-
Hadapi Suhu yang Kian Panas, Anak SD Diajak Merancang Sekolah yang Lebih Sejuk
-
RUU HAM Ditargetkan Rampung 2026, Pemerintah Klaim Prosesnya Terbuka untuk Publik
-
3 HP Murah Tecno Terbaik Budget Rp1-2 Jutaan, Fitur Lengkap Sesuai Review
-
Sebagian Himbara Tak Lagi Miliki Bisnis Manajer Investasi, Sahamnya Dipegang Danantara