Suara.com - Menteri Eenergi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyatakan Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi atau Tim Anti Mafia Migas resmi dibubarkan, Rabu (13/5/3015) ini. Masa tugas mereka habis.
Pembubaran tim yang dipimpin oleh Faisal Basri itu sudah terbentuk selama 6 bulan mulai 16 November 2014. Tim itu sudah menelurkan sejumlah rekomendasi.
"Tim ini selesai sampai di sini, tepat 13 Mei berakhir.Tim ini luar biasa karena komposisi anggotanya itu campuran, akademisi, praktisi, aktivis sampai pada peneliti. Kami sampaikann terima kasih atas dedikasinya selama ini," Kata Sudirman di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu sore.
Sudirman ingin memperpanjang masa tugas Tim Anti Mafia Migas. Tertuama untuk mengawal Rancangan Undang-Undang Migas. Saat ini RUU itu tengah dibahas dengan DPR.
"Karena ada pertimbangan atau aspek teknis yang harus di-follow up, sementara aspek teknis tersbeut di luar jangkauan tim ini," jelasnya.
Meski demikian, pihaknya akan memastikan seluruh rekomendasi yang dikeluarkan Tim Anti Mafia Migas ini akan direalisasikan secara bertahap. Selain itu, dia juga mengaku sebagian besar rekomendasi dari tim ini sudah dieksekusi Kementerian ESDM. Saat penyusunann rekomendasi pun sudah didasarkan dengan situasi di lapangan.
"Seluruh item sedang kita sentuh, ada yang sedang dimulai, sedang berlangsung, dan sudah selesai di-follow up. Yang sudah di-follow up (rekomendasi yang sudah dilakukan) sudah sampai 60 persen, ke depan perlahan seluruh rekomendasi akan dilakukan," ungkapnya.
Sudirman menyatakan untuk tugas ke depan yang harus dilaksanakan Kementerian ESDM adalah untuk konsentrasi mengawal bagaimana agar revisi Undang-Undang tentang Migas bisa berjalan dengan baik sesuai rekomendasi tim ini.
"Seperti yang tadi saya katakan, semua rekomendasi dari Tim Anti Magia Migas ini akan kita eksekusi secara bertahap. Terutama tentang penuntasan UU Migas. Rekomendasinya item yang sangat kaya supaya UU migas sejalan dengan pikiran kita," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
-
Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres
-
Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior
-
Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik
-
IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir
-
Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya
-
Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float
-
Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif