Suara.com - Indonesia Corruption Watch merekap data Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM tentang potensi penerimaan negara dari kekurangan bayar 4.631 Izin Usaha Pertambangan sebesar Rp4 triliun di 12 provinsi.
Selain itu, berdasarkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi sejak tahun 2010 hingga 2013 juga terdapat dugaan potensi kebocoran dana untuk hasil land rent pertambangan sebesar Rp919,18 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Peneliti ICW Mouna Wasef mengatakan perlu ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap IUP yang sampai saat ini belum clean and clear.
"Karena itu perlu tindakan tegas terhadap IUP yang sampai saat ini belum CnC," kata Mouna Wasef di kantor ICW, Jakarta, Minggu (7/12/2014).
Itu sebabnya, ICW menyarankan agar Presiden joko Widodo blusukan ke sektor pertambangan yang ditengarai banyak mafia beroperasi. Apalagi, katanya, saat ini publik sedang menyoroti sektor migas, terlebih setelah dibentuknya tim reformasi tata kelola migas yang diketuai Faisal Basri.
"Jokowi harus lakukan blusukan tambang" katanya. "Di sisi lain, Koalisi Anti Mafia Tambang melansir data KPK, di mana terdapat 4.672 IUP yang tidak CnC atau sebanyak 43,87 persen dari total 10.648 IUP."
ICW menegaskan tata kelola sistem perizinan pertambangan di Indonesia masih lemah.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Bongkar Aib! Kasus Korupsi Riza Chalid dan Setya Novanto Sengaja Ditutup?
-
Gurita Korupsi Mafia Migas Terbongkar, Gara-gara Riza Chalid Negara Diduga Rugi Ratusan Triliun
-
Terbongkar! Yusri Usman Sebut ISC Jadi Otak di Balik Operasi Tangan Petral dalam Skandal Mafia Migas
-
Terbongkar! Awal Mula Gurita Bisnis Terlarang Riza Chalid, Berawal dari Masjid di Singapura
-
Riza Chalid Tersangka, Kartel Migas Mesti Dibersihkan dari BUMN
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak
-
OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta
-
Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'
-
AS Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ancam Keamanan Iran?
-
4 Oknum Polisi di Madiun Terlibat Kasus Peredaran Narkoba
-
Kejati Bengkulu Dalami Dugaan Mark Up Proyek PLTA, Dokumen Disita dari Tiga Lokasi
-
Refly Harun Bongkar 7 Keberatan di Kasus Ijazah Jokowi: Ijazah Asli Justru Makin Meragukan
-
Momen Haru Sidang Kasus Demo Agustus, Ayah Terdakwa Peluk Anak di PN Jakut
-
Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal
-
Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya