Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test" kepada calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (21/5/2015).
"Komite Penilaian Kemampuan dan Kepatutan yang dibentuk oleh OJK terbentuk Rabu. Jadwal 'fit and proper test' Kamis kita mulai. Jadwal pertama, dimulai dari jabatan Direktur Utama, berikutnya jabatan calon direksi BEI yang lain," ujar Kepala Eksekutif bidang Pasar Modal OJK Nurhaida di Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Ia mengemukakan bahwa keanggotaan Komite terdiri dari pejabat OJK dengan level jabatan minimal Direktur dengan Ketua Komite adalah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Ia menambahkan bahwa paket yang tidak diundang OJK dalam pelaksanaan "fit and proper test" itu maka dinyatakan tidak lolos dalam seleksi administrasi yang ditetapkan dalam Peraturan OJK III.A.3 tentang Persyaratan Calon Komisaris dan Direktur Bursa Efek.
"Besok (Kamis, 21/5) yang tidak diundang ke OJK berarti tidak lolos," ucapnya.
Nurhaida menegaskan bahwa dalam "fit and proper test", OJK akan melaksanakannya dengan secara independen dan kredibel sehingga tercapai sosok yang diharapkan industri pasar modal Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan kabar yang beredar di pasar bahwa hanya terdapat tiga paket calon direksi Bursa Efek Indonesia yang lolos dalam seleksi administratif. Sebelumnya, terdapat empat paket yang masing-masing dipimpin oleh Abiprayadi (Dirut Mandiri Sekuritas), paket Samsul Hidayat (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI), paket Tito Sulistio (Wakil Presdir CMNP), dan paket Ronald T Andi Kasim (Mantan Dirut Pefindo).
Secara terpisah, Ronald T Andi Kasim mengakui bahwa paket yang diusung dalam seleksi calon direksi BEI tidak lolos dalam seleksi administrasi. Paketnya tidak lolos seleksi karena syarat dukungan minimal anggota bursa tidak terpenuhi.
"Ada surat yang menyatakan paket saya tidak lolos administrasi. Ada satu poin saja alasannya. Kalau OJK yang sudah menilai pasti valid," ujarnya.
Ronald T Andi Kasim memperkirakan bahwa ada beberapa anggota bursa yang sebelumnya mendukung paketnya menahan dukungannya karena paket bentukannya merupakan hasil gabungan (merger).
"Tim kami kan merger. Harusnya teman-teman komit. Tapi ternyata teman-teman ada yang ditelikung oleh yang lain," katanya.
Sebelumnya paket Ronald T. Kasim merupakan hasil gabungan dengan paket Reynaldi Hermansjah yang saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Dalam Peraturan III.A.3 salah satunya disebutkan kelompok Anggota Bursa Efek dengan paling sedikit terdiri dari 10 atau lebih Anggota Bursa Efek yang telah melakukan transaksi efek secara bersama-sama paling kurang 10 persen dari total frekuensi dan nilai perdagangan efek di BEI selama 12 bulan terakhir sebelum pengajuan kepada OJK.
"Ini kan pengalaman pertama saya. Tidak menyangka, ternyata dinamika tinggi sekali," ujar Ronald T Andi Kasim.
Ia mengkritik persyaratan dukungan dari anggota bursa. Menurutnya mekanisme tersebut membuat para profesional yang ingin mengajukan diri menjadi terbebani karena harus meyakinkan beberapa pihak.
"Sebenarnya kalau mekanismenya begini kasihan para profesional yang ingin 'running'. Mereka harus mengemis suara ke AB. Mestinya kan AB sebagai pemegang saham yang membujuk para profesional yang dinilai layak memimpin dan memajukan pasar modal," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?
-
Apa Itu INSP Prancis? Jadi Inspirasi Universitas Republik Indonesia Dibentuk
-
Dapat dari Camat hingga Petani, Bupati Kuansing Diduga Beri Menhut Raja Juli 46.500 Dolar Singapura
-
Sunscreen Purbasari untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Kandungan dan Review Pembeli
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian
-
Pramono Anung Bela Satpam Vicol, Minta Pengendara Alphard Arogan Disanksi Tegas
-
Apa Merek Cushion yang Populer dan Mudah Ditemukan di Indonesia? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review
-
Menggugat Sindrom Fashion Blindness: Saat Konten OOTD Mengabaikan Etika Sosial
-
Gajah Tunggal Siapkan GitiXcursion RT Ban SUV untuk Berbagai Medan di GIIAS 2026
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang