Suara.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin mempercepat pembangunan transportasi massal light rail transit yang digadang-gadang menjadi solusi atas kemacetan di Ibu Kota Jakarta.
Guna mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur transportasi massal tersebut, hari ini, Rabu (3/6/2015), sejumlah menteri Kabinet Kerja rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan rakor akan membahas terkait masalah pembebasan lahan.
“Ini kami mau rapat. Kita mau bahas semua masalah dan manfaat pembangunan LRT ini secara detail. Nanti setelah selesai rapat baru kita jelasin ya,” kata Sofyan di kantor Kementerian Perekonomian.
Proyek pengganti monorail ini hingga sekarang masih jalan di tempat lantaran sulitnya mencari lahan untuk. Light rail transit akan menghubungkan rute Jabodetabek, Jakarta, Cibubur, Bogor. Transportasi ini nanti akan berdekatan dengan ruas jalan tol.
Hadir dalam rakor, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwi Atmoko, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan beberapa Direksi Adhi Karya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
Terkini
-
Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Sektor Retail dan Marketplace Jadi Andalan
-
Panduan Cara Ganti Kartu Debit ATM BRI, BNI, dan Mandiri Kedaluwarsa
-
Biaya Perpanjang Pajak Motor Online, Udpate Tahun 2026
-
Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru
-
Rupiah Masih Menguat, Dolar AS Lesu ke Level Rp16.862
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi! Kompak Meroket Berturut-turut
-
Emas Antam Terus Meroket, Harganya Kini Rp 2.675.000/Gram