Suara.com - Pasangan menikah sering memiliki keuntungan lebih ketika membeli properti. Dengan pendapatan gabungan, akan mendongkrak daya beli mereka.
Namun, ada beberapa perbedaan penting dalam proses pembelian rumah untuk pasangan maupun mereka yang masih para single. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli rumah pertama Anda, berikut portal properti global Lamudi membagi tipsnya.
Lihatlah keuangan Anda berdua
Jika Anda dan pasangan Anda memiliki sejarah kredit yang baik, Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapat peningkatan hipotek. Dengan menggabungkan penghasilan Anda, Anda akan mampu membayar uang muka yang lebih besar dan mendapatkan kesepakatan kredit yang lebih baik. Jujurlah pada pasangan tentang sejarah kredit Anda. Baik utang kartu kredit, hingga pinjaman biaya kuliah, sehingga Anda lebih siap saat mencari pinjaman.
Pertimbangkan 'going solo'
Jika salah satu pasangan memiliki kredit yang lebih rendah, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan hipotek tanpa pasangan Anda. Orang dengan nilai kredit terendah adalah yang paling mungkin untuk datang di bawah mikroskop selama proses aplikasi. Jika ada kemungkinan bahwa sejarah kredit pasangan akan mengurangi peluang Anda untuk mendapat pinjaman dan memiliki properti yang Anda inginkan, Anda dapat memutuskan untuk melakukannya sendiri.
Menyelidiki perjanjian kemitraan
Untuk pasangan yang belum menikah namun ingin membeli rumah bersama-sama, perjanjian kemitraan bisa menjadi pertimbangan Anda. Ini berfungsi sebagai semacam perjanjian pranikah untuk rumah Anda dan melindungi kedua belah pihak jika hubungan tidak berhasil. Perjanjian yang mengikat secara hukum akan menguraikan hal kepemilikan, yang membayar untuk biaya seperti pembayaran hipotek dan pajak, dan bagaimana properti akan dibagi jika terjadi perpisahan.
Lacak keuangan Anda
Setelah Anda telah memenuhi syarat untuk hipotek, mengembangkan sistem yang baik untuk memantau keuangan gabungan Anda sangatlah penting. Langkah pertama adalah membuat anggaran bersama yang harus Anda patuhi. Langkah-langkah sederhana seperti mengajukan permohonan rekening bank bersama dapat menyederhanakan proses pelacakan keuangan Anda. Anda mungkin juga mempertimbangkan menggunakan aplikasi penganggaran untuk tetap terorganisir. Yang paling penting, menetapkan waktu yang teratur untuk duduk bersama dan meninjau tujuan Anda dan posisi keuangan Anda, dan memastikan Anda tetap di dalam jalur.
Tag
Berita Terkait
-
Mau Beli Rumah? Ini Alasan Kenapa Lewat Agen Properti Bisa Jadi Keputusan Paling Aman
-
5 Risiko Jual Beli Rumah Tanpa Notaris yang Bisa Rugikan Pembeli
-
Apakah Gaji 3 Juta Bisa Beli Rumah KPR? Simak Penjelasan dan Skema Cicilannya
-
Rumah Subsidi Laris! Realisasi Sudah 221 Ribu Unit dari Kuota 350 Ribu Tahun Ini
-
Syarat Take Over KPR, Harga Rumah Lebih Murah Daripada Beli Baru?
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab