Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (23/6/2015) sore menguat sebesar 56 poin menjadi Rp13.250 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.306 per dolar AS.
Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan, penguatan nilai rupiah ini dipicu harapan penyelesaian utang Yunani dengan para krediturnya yang mampu meredam kekhawatiran pelaku pasar uang global. Situasi yang terbilang positif itu menjadi salah satu penopang mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah untuk bergerak menguat terhadap dolar AS.
"Optimisme di kalangan pelaku pasar uang bahwa kesepakatan 'bailout' sudah dekat sehingga sebagian pelaku pasar mulai mengambil posisi untuk masuk ke beberapa mata uang di negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut dia, Bank Indonesia yang memprediksi perekonomian pada kuartal II tahun ini lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya menambah sentimen positif bagi mata uang rupiah.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu seiring dengan penyerapan anggaran pemerintah yang membaik untuk investasi, diperkirakan pada kuartal III dan IV perekonomian domestik akan kembali tumbuh," katanya.
Ia meyakini bahwa pada kuartal III hingga IV tahun ini akan ada percepatan penyerapan anggaran yang dapat membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh.
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (23/6/2015) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat menjadi Rp13.316 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.318 per dolar AS. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
Terkini
-
Heboh 'Whip Pink' Makan Korban, Mendag Budi Turun Tangan
-
Rupiah Kian Loyo di Rp16.876, Imbas Sentimen Domestik dan Downgrade Moodys
-
Purbaya Bocorkan Tugas Juda Agung, Wamenkeu Baru Pengganti Ponakan Prabowo
-
Pemerintah Catat Belanja Nasional Capai Rp 393,78 T Sepanjang 2025
-
Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif
-
Pemerintah Rem Produksi Batu Bara, DMO Dipastikan Naik Kisaran 30%
-
LPEM UI 'Senggol' Kualitas Ekonomi RI 2025: Tumbuh Kencang tapi Rapuh!
-
Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions dari Telkom untuk Mahasiswa
-
Purbaya Mau Ambil PNM, Bos Danantara: Hanya Omon-omon
-
Bos Danantara Anggap Turunnya Peringkat Moody's Bukan Ancaman, Tapi Pengingat