Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka turun tipis 4,11 poin. Ini akibat mengantisipasi hasil referendum Yunani.
IHSG BEI dibuka melemah 4,11 poin atau 0,10 persen menjadi 4.940,67. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 0,88 poin menjadi 848,45.
Analis Samuel Sekuritas Ruliff di Jakarta, Jumat (3/7/2015) mengatakan sebagian investor masih menahan transaksinya di pasar saham mengantisipasi hasil referendum Yunani pada 5 Juli mendatang.
"Beberapa investor mengambil langkah defensif mengantisipasi referendum Yunani," kata Ruliff.
Kendati demikian, potensi indeks BEI kembali menguat masih terbuka menyusul langkah Bank Indonesia yang kembali melonggarkan kebijakan makroprudensial melalui penyesuaian giro wajib minimum. Serta pelonggaran batas atas "loan to funding ratio".
"Itu mendukung optimisme pelaku pasar akan membaiknya pertumbuhan ekonomi dalam negeri," katanya.
Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa Yunani yang gagal membayarkan pinjaman pada dana moneter internasional (IMF) itu akan menggelar referendum. Rakyatnya akan memilih apakah akan menerima pengetatan sebagai syarat berlanjutnya bantuan internasional atau tidak.
"Pihak investor menunggu referendum Yunani, akibatnya mayoritas saham Eropa di tutup turun, demikian pula dengan indeks bursa Amerika Serikat (AS). Pelemahan atas indeks Eropa dan AS itu mempengaruhi pergerakan indeks Asia, termasuk IHSG," kata Alfiansyah.
Bursa regional, diantaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 111,19 poin (0,42 persen) ke tingkat 26.171,13, indeks Nikkei turun 91,25 poin (0,44 persen) ke tingkat 20.431,25, dan indeks Straits Times menguat 9,50 poin (0,29 persen) ke posisi 3.337,01. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang