Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7/2015) dibuka naik 10,36 poin searah dengan laju mayoritas bursa saham di kawasan Asia.
IHSG BEI dibuka naik 10,36 poin atau 0,21 persen menjadi 4.914,42, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,64 poin (0,32 persen) menjadi 840,07.
"IHSG BEI bergerak menguat seiring dengan bursa saham di kawasan Asia menyusul mulai meredanya ketegangan krisis utang Yunani dan data ekonomi domestik yang cenderung positif," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta.
Dari dalam negeri, Satrio Utomo mengatakan bahwa sinyal positif terlihat pada saham-saham sektor perbankan dan konsumer, saham sektor itu memperoleh sentimen positif dari Hari Raya Lebaran.
"Namun, pemodal sebaiknya juga tetap melakukan transaksi pada saham sektor itu dengan hati-hati dan tidak terlalu agresif," katanya.
Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa data ekonomi domestik masih terbilang stabil, inflasi yang terjadi pada bulan Juni 2015 juga sudah diantisipasi karena tingginya konsumsi masyarakat di bulan Ramadhan.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulan Juni sebesar 0,54 persen, atau mengalami peningkatan bila dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,50 persen.
Dari eksternal, lanjut Alfiansyah, kabar terbaru menyebutkan bahwa Yunani memberi sinyal untuk melakukan perundingan untuk mengakhiri kebuntuan atas pencairan dana talangan.
"Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menyatakan bersedia menerima tawaran terbaru kreditur sebagai dasar untuk kompromi," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 27,04 poin (0,10 persen) ke tingkat 26.277,07, indeks Nikkei naik 242,04 poin (1,19 persen) ke tingkat 20.571,36, dan indeks Straits Times menguat 10,28 poin (0,32 persen) ke posisi 3.341,45. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang