Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia Said Iqbal menilai isu unjuk rasa buruh di Kota Batam menyandera manajemen perusahaan sengaja dibesar-besarkan untuk kepentingan tertentu. Hal tersebut kemudian dikait-kaitkan dengan hengkangnya beberapa perusahaan asing dari Batam.
“Nggak, itu berita hanya dibesar-besarkan saja. Nggak ada buruh yang sampai menyandera pihak manajemen perusahaan. Mereka kan kalau mau demo minta izin ke Disnaker, izinnya aksi damai nggak mungkin ada sampai menyandera,” kata Iqbal kepada Suara.com, Kamis (9/7/2015).
Menurut Iqbal aksi buruh sering dimanfaatkan agar mereka terkesan menyandera petinggi-petinggi di perusahaannya. Iqbal mengatakan kasus tersebut sering terjadi tak hanya di Batam.
“Jadi gini, kalau buruh menggelar demo itu mereka dihitung nggak masuk kerja. Ada dalam undang-undangnya, kalau buruh nggak masuk dalam lima hari maka mereka dinyatakan mengundurkan diri. Nah, para buruh ini biar nggak dianggap menggundurkan diri, mereka memaksa untuk masuk. Namun, ketika mau masuk pintu dikunci sama satpam dan sengaja nggak boleh masuk, terus digembok. Ini kan jadi terkesan mereka dikunci buruh, padahal nggak,” ujarnya.
Iqbal menambahkan setiap aksi buruh selalu dikawal polisi, jadi mustahil mereka sampai menyandera manajemen perusahaan karena polisi pasti cepat bertindak.
“Kalau memang disandera, polisinya dimana, masa enggak bertindak. Kan kalau demo selalu diawasi oleh polisi. Ini kan melebih-lebihkan. Buruh ini selalu menjadi tameng bagi mereka-mereka yang haus kekuasaan untuk disalahkan,” katanya.
Iqbal sangat tidak setuju dengan pernyataan Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau yang mengatakan hengkangnya perusahaan asing di Kota Batam akibat sering didemo buruh.
“Buruh itu hanya dijadikan tameng sama APINDO. Mereka juga enggak peduli apa yang sebenarnya diinginkan oleh buruh. Orang buruh demo aja mereka nggak peduli, ini kenyataan loh yang saya rasakan di lapangan. Saya kemarin kan ke Batam juga. Itu hanya menjadikan buruh sebagai tameng saja. Akui saja kalau memang Batam sudah tidak menarik lagi bagi investor. Kenyataannya seperti itu,” kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan