- Kemnaker merilis data pada 22 Januari 2026, mencatat total 88.519 kasus PHK terjadi sepanjang tahun 2025.
- Jawa Barat mencatat angka PHK tertinggi sepanjang 2025 dengan total 18.815 pekerja terdampak di wilayahnya.
- Tiga provinsi Pulau Jawa, yaitu Jabar, Jateng, dan Banten, mendominasi penyumbang terbesar angka PHK secara nasional.
Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis data jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di setiap provinsi sepanjang 2025 pada Kamis (22/1/2026).
Total ada 88.519 orang yang tercatat terkena PHK selama periode tersebut.
Dari data itu, Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi, yakni mencapai 18.815 orang. Angka tersebut menempatkan Jabar di posisi teratas dibanding wilayah lainnya.
Setelah Jawa Barat, provinsi dengan angka PHK terbanyak berikutnya adalah Jawa Tengah. Kemnaker mencatat jumlah PHK di Jawa Tengah mencapai 14.700 orang sepanjang 2025.
Sementara itu, Banten berada di urutan ketiga dengan total 10.376 orang yang terdampak PHK. Tiga provinsi di Pulau Jawa itu menjadi penyumbang terbesar angka PHK secara nasional.
Kemnaker juga mencatat DKI Jakarta masuk dalam daftar lima besar dengan total 6.311 orang terkena PHK. Disusul Jawa Timur yang mencapai 5.949 orang.
Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi, yakni 4.297 orang. Kemudian, Kalimantan Timur tercatat sebanyak 3.917 orang.
Kepulauan Riau juga masuk dalam daftar provinsi dengan angka PHK cukup tinggi. Total ada 3.265 orang yang di-PHK di wilayah tersebut selama 2025.
Untuk wilayah Kalimantan lainnya, Kalimantan Barat tercatat sebanyak 2.577 orang terdampak PHK. Lalu Riau mencapai 2.546 orang.
Baca Juga: Indonesia Hadapi Kesenjangan Adopsi AI: 93% Profesional Terpapar, Namun Organisasi Belum Siap
Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat angka PHK sebesar 2.140 orang. Disusul Sumatera Utara yang mencapai 1.969 orang.
Selain itu, Kemnaker juga mencatat sejumlah provinsi lain dengan angka PHK di bawah 2.000 orang, mulai dari Sulawesi Tengah 1.650 orang, DI Yogyakarta 1.576 orang, hingga Sumatera Selatan 1.537 orang.
Berikut data lengkap PHK 2025 versi Kemnaker:
- Jawa Barat: 18.815
- Jawa Tengah: 14.700
- Banten: 10.376
- DKI Jakarta: 6.311
- Jawa Timur: 5.949
- Sulawesi Selatan: 4.297
- Kalimantan Timur: 3.917
- Kepulauan Riau: 3.265
- Kalimantan Barat: 2.577
- Riau: 2.546
- Kalimantan Selatan: 2.140
- Sumatera Utara: 1.969
- Sulawesi Tengah: 1.650
- Daerah Istimewa Yogyakarta: 1.576
- Sumatera Selatan: 1.537
- Sulawesi Tenggara: 1.409
- Lampung: 800
- Sumatera Barat: 627
- Bali: 611
- Bengkulu: 535
- Kalimantan Tengah: 479
- Aceh: 429
- Sulawesi Utara: 345
- Jambi: 303
- Kepulauan Bangka Belitung: 271
- Papua Barat: 214
- Nusa Tenggara Timur: 177
- Nusa Tenggara Barat: 171
- Sulawesi Barat: 95
- Papua: 88
- Gorontalo: 87
- Maluku: 85
- Kalimantan Utara: 76
- Maluku Utara: 73
- Tidak Teridentifikasi: 19
Tag
Berita Terkait
-
Starbucks Masih Akan Tutup Tokonya di Tahun 2026, PHK Karyawan Mengintai
-
OJK Lirik Pekerja Informal untuk Masuk Dana Pensiun
-
Pabrik Ban Michelin Cikarang PHK 280 Pekerja Secara Sepihak
-
Pabrik Sepatu Merek Nike di Tangerang PHK 2.804 Karyawan
-
Buruh IHT Lega, Gempuran PHK Diprediksi Bisa Diredam Lewat Kebijakan Menkeu Purbaya
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
OJK Kembalikan Dana Korban Scam, Nilainya Tembus Rp161 Miliar
-
Harga Emas Antam Akhirnya Turun Jadi Rp 2.790.000/Gram
-
Bulog Lepas Status BUMN, Dilebur Jadi Satu dengan Bapanas
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.908
-
ADHI Selesaikan Jembatan Darurat di Bireun Aceh, Aktivitas Ekonomi Kembali Jalan
-
Emas Antam Turun Harga di Logam Mulia, Tak Mampu Tembus Rekor Tertinggi
-
IHSG Bangkit di Awal Perdagangan Kamis ke Level 9.052, Tapi Rawan Koreksi
-
Indonesia Hadapi Kesenjangan Adopsi AI: 93% Profesional Terpapar, Namun Organisasi Belum Siap
-
Prabowo Kenalkan Prabowonomics di Hadapan Pemimpin Dunia, Apa Itu?
-
QRIS Segera Digunakan di China dan Korsel, India Bakal Menyusul