- Harga minyak Brent dan WTI naik pada Kamis 22 Januari 2026 setelah Trump tarik ancaman tarif Greenland.
- Penarikan ancaman tersebut meredakan ketegangan dagang AS-Eropa, mendukung prospek permintaan minyak global.
- Kenaikan harga juga didukung penghentian produksi ladang minyak Kazakhstan dan potensi isu Iran.
Suara.com - Harga minyak merangkak naik pada perdagangan Kamis 22 Januari 2026, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terkait upayanya menguasai Greenland.
Langkah ini meredakan risiko perang dagang antara AS dan Eropa, yang sekaligus memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi global serta prospek permintaan minyak mentah.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 10 sen, atau 0,15 persen, menjadi 65,34 dolar AS per barel pada pukul 02.25 GMT atau 09.25 WIB.
Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret naik 14 sen, atau 0,23 persen, menjadi 60,76 dolar AS per barel.
Kedua harga tersebut naik lebih dari 1,5 persen pada hari Selasa dan lebih dari 0,4 persen pada hari Rabu, setelah produsen OPEC+ Kazakhstan menghentikan produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev pada hari Minggu karena masalah distribusi listrik.
Trump pada Rabu menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer serta mengisyaratkan adanya titik temu untuk mengakhiri perselisihan terkait wilayah Denmark (Greenland).
Langkah ini meredakan risiko keretakan hubungan transatlantik terdalam dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut Mingyu Gao, kepala peneliti energi dan kimia di China Futures Co Ltd, kesepakatan terkait Greenland akan mengurangi risiko penurunan ekonomi akibat potensi perang dagang AS-Eropa.
Hal ini sekaligus memberikan dukungan bagi ekonomi global dan memperkuat permintaan minyak dunia.
Baca Juga: Stok Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Brent dan WTI Terkoreksi
Di sisi lain, Trump menyatakan harapannya agar tidak ada lagi aksi militer AS di Iran. Namun, dia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan segera bertindak jika Teheran kembali melanjutkan program nuklirnya.
"Pada saat yang sama, AS belum mengesampingkan kemungkinan keterlibatan militer di Iran, yang juga mendukung harga minyak," kata Gao.
Analis dari broker daring IG, Tony Sycamore, menilai bahwa dengan meredanya isu Greenland dan absennya aksi militer AS di Iran, harga minyak diperkirakan akan stabil di kisaran USD 60 per barel.
Sementara itu, berdasarkan data mingguan American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah dan bensin Amerika Serikat mengalami kenaikan pekan lalu, meski persediaan produk distilat tercatat menurun.
Sumber pasar yang meminta anonimitas menyebutkan bahwa stok minyak mentah melonjak sebesar 3,04 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 16 Januari.
Angka tersebut jauh melampaui rata-rata perkiraan delapan analis yang disurvei Reuters, yang sebelumnya hanya memproyeksikan kenaikan sekitar 1,1 juta barel.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Akibat Ulah Trump Kudeta Venezuela
-
Trump Kudeta Venezuela, Harga Minyak Dunia Bisa Melejit?
-
Perdagangan Perdana 2026, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
-
Pencabutan Insentif Mobil Listrik Perlu Kajian Matang di Tengah Gejolak Harga Minyak
-
Efek Domino Logam Mulia, Harga Minyak Dunia Melandai
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Harga Pangan Nasional 22 Januari 2026 Turun Kompak, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Justru Naik
-
Ekonom Sebut Kawasan Industri Pupuk Papua Ciptakan Transformasi Ekonomi Indonesia Timur
-
Murka Purbaya ke Perusahaan China Pengemplang Pajak: Puluhan Tahun Kita Dihina dan Diremehkan
-
Kemnaker Buka-bukaan Data PHK 2025, Jabar Paling Tinggi: 18.815 Pekerja Terdampak
-
OJK Kembalikan Dana Korban Scam, Nilainya Tembus Rp161 Miliar
-
Harga Emas Antam Akhirnya Turun Jadi Rp 2.790.000/Gram
-
Bulog Lepas Status BUMN, Dilebur Jadi Satu dengan Bapanas
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.908
-
Begini Cara BRI Peduli Salurkan Logistik untuk Korban Banjir
-
ADHI Selesaikan Jembatan Darurat di Bireun Aceh, Aktivitas Ekonomi Kembali Jalan