Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menjadikan Pasar Tanggul di kawasan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, sebagai percontohan nasional penataan pasar tradisional di Indonesia.
Menurut Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Pasar Tanggul merupakan pasar tradisional di Solo yang dilengkapi dengan tangga berjalan. Fasilitas itu diharapkan memudahkan masyarakat untuk mengakses pasar tersebut.
Di samping itu, tujuan diberikannya tangga berjalan tersebut adalah juga untuk memudahkan kaum difabel apabila hendak masuk ke pasar.
"Beberapa waktu lalu, tim dari Kemendag melakukan kunjungan ke Solo untuk melihat secara langsung bangunan pasar," terang sosok yang akrab disapa Rudy itu, Selasa (21/7/2015).
Meski dilengkapi fasilitas modern, lanjut Rudy, tidak menghilangkan kesan awal Pasar Tanggul sebagai pasar tradisional. Sementara, selain dilengkapi tangga berjalan, penataan zonasi di pasar itu juga disesuaikan dengan dagangan para penjual, sehingga membuatnya terlihat nyaman.
Rencananya, pembangunan pasar tradisional dengan konsep modern ini juga akan dilakukan di tiga pasar di Solo, yakni Pasar Sangkrah, Pasar Sidodadi Kleco dan Pasar Jebres. Ketiga pasar tersebut berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Pembuatan detail engineering design (DED) akan kami anggarakan melalui APBD Perubahan 2015," imbuh Rudy.
Disebutkan, Pasar Tanggul dibangun di atas tanah seluas 1.400 meter persegi, dilakukan secara bertahap. Pembangunan menelan anggaran sebesar Rp14,6 miliar, yang berasal dari APBD Solo sebesar sekitar Rp9 miliar dan selebihnya dari APBD Provinsi Jawa Tengah (Rp5 miliar).
Dibangun dengan dua lantai, pasar ini memiliki sebanyak 299 unit kios dan los. Masing-masing terbagi atas 18 kios dan 128 los di lantai atas, serta 27 kios dan 126 los di lantai bawah, dengan jumlah pedagang 399 orang.
"Tangga berjalan ini merupakan kelebihan untuk Pasar Tanggul. Karena tidak perlu jalan kaki, cukup menumpang tangga berjalan itu, langsung sampai atas," imbuh Sekjen Paguyuban Pasamuan Pasar Tradisional Solo (Papatsuta), Wiharto pula. [Labib Zamani]
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA
-
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz
-
Harga BBM SPBU Shell, Vivo dan BP Naik, Ini Rinciannya
-
OJK Bongkar Skema Dana IPO IPPE, Denda KGI Sekuritas Rp4,6 Miliar
-
IHSG Loyo, Kapitalisasi BEI Merosot 1,03% Pekan Ini, Jadi Rp 14.787 triliun
-
Iran Tutup Pelayaran Selat Hormuz, Pasokan Minyak Mentah Bisa Terganggu
-
Iran-AS Memanas! Daftar 17 Jadwal Penerbangan ke Timur Tengah yang Dibatalkan
-
Gandeng BDO, Kawasan Rebana Disiapkan Jadi Magnet Investasi Global Berbasis ESG