Dana Moneter Internasional (IMF), Kamis, mengatakan pihaknya tidak akan bergabung dengan program dana talangan (bailout) baru untuk Yunani sampai persyaratan untuk keberlanjutan utang, termasuk penghapusan utang dan reformasi ekonomi, jelas meyakinkan.
"Dalam rangka untuk memastikan bahwa keberlanjutan jangka menengah, ada kebutuhan untuk keputusan yang sulit di kedua sisi ... keputusan sulit di Yunani tentang reformasidan keputusan sulit di antara mitra Eropa Yunani tentang penghapusan utang," kata seorang pejabat senior IMF.
Berbicara kepada wartawan, pejabat itu mengatakan IMF hanya dapat mendukung program penyelamatan keuangan yang komprehensif.
"Kita tidak harus berada di bawah ilusi bahwa satu sisi dapat memperbaiki masalah," katanya.
"Yang jelas bahwa hal itu akan membutuhkan beberapa waktu sebelum kedua belah pihak siap untuk mengambil keputusan ini. " Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, menegaskan sikap IMF setelah Financial Times melaporkan tentang pertemuan dewan eksekutif Dana yang berlangsung Rabu (29/7/2015).
Dalam pertemuan tersebut, menurut laporan FT, staf IMF menekankan bahwa Athena membutuhkan lebih banyak kemajuan reformasi dan negara-negara kreditor Uni Eropa memerlukan komitmen yang lebih jelas tentang penghapusan utang, sebelum IMF bisa bergabung dalam program dana talangan baru yang diusulkan 86 miliar euro (93,8 miliar dolar AS) untuk negara itu.
Pejabat senior mengatakan Kamis bahwa ia sudah paham bahwa rencana rinci untuk penghapusan utang tidak akan terjadi dalam beberapa bulan selama tahap pertama pengembangan rencana baru.
"Mereka ingin melihat pelaksanaan kebijakan sebelum mereka bersedia untuk membahas penghapusan utang dalam rincian yang diperlukan," katanya, mengacu pada anggota dewan IMF.
"Semua orang memahami bahwa IMF hanya dapat mulai pada waktu ketika keputusan ini dari kedua belah pihakdiambil," katanya, menambahkan bahwa "tidak ada sesuatu yang baru telah kami putuskan." (Antara)
Tag
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?