Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam beberapa bulan terkahir. Pada sesi pembukaan perdagangan pagi hari ini Selasa (25/8/2015) rupiah tembus di level Rp14.100 per dolar AS.
Melemahnya nilai tukar rupiah tersebut ternyata membawa keuntungan bagi para pelaku usaha money changer. Masyarakat justru berbondong-bondong datang ke tempat penukaran valuta asing (valas) untuk menginvestasikan uangnya dari rupiah ke dolar.
Di PT Garuda Valasindo yang berada di Mall Roxy Mas, Jakarta Barat, jumlah pengunjung justru meningkat hingga 3 kali lipat di tengah melemahnya nilai tukar rupiah ini. Sujandi pemilik usaha money changer PT Garuda Valasindo mengatakan meningkatnya jumlah pengunjung mulai dirasakan usai libur Lebaran.
"Kalau peningkatan pengunjung itu sejak libur lebaran mulai pada menukarkan dolarnya. Kondisi ini sebenarnya bentuk kepanikan dari masyarakat. Jadi kalau mereka beli kan mereka bisa jual lagi karena rupiahnya besar. Kalau orang yang main dolar biasanya gitu. Kalo enggak buru-buru abis nanti," kata Sujandi saat ditemui suara.com, Selasa (25/8/2015).
Sejak pukul 10.00, tokonya sudah dipadati pengunjung yang hendak menukarkan dolarnya. Ia mengatakan rata-rata pengunjung yang datang menukarkan uang sekitar 500 dolar AS hingga 50 ribu dolar AS.
"Hari ini banyak, ada yang 7 ribu dolar, ada yang tadi sampai 50 ribu dolar," ungkapnya.
Berdasarkan data BEI, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.071 per dolar AS pagi tadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
IHSG Ambles di Bawah Level 8.000, 753 Saham Anjlok
-
Danantara Ikut Hadir Pertemuan BEI-MSCI, Pandu Sjahrir: Hanya Nonton aja
-
Rupiah Berbalik Loyo di Senin Sore ke Level Rp 16.800/USD
-
Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?
-
OJK Buka Suara soal Pengganti Ketua dan Wakil Ketua, Ini Penjelasannya
-
Airlangga Siapkan Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Lebaran 2026
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
-
5 Fakta Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026 hingga 50 Persen, Wajib Diketahui Ojol hingga Sopir
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI