Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan serapan anggaran hingga akhir tahun 2015 dapat mencapai Rp70 triliun atau 70 persen sisanya dari total anggaran Rp118 triliun. Hal tersebut dilakukan guna membantu pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian secara signifikan.
“Ini kan sesuai arahan dari pak menteri yang meminta agar penyerapan anggaran harus terus dilakukan dengan maksimal. Bahkan, kami akan bekerja tujuh hari penuh di lapangan, kan, ada dua shift jadi kita ganti-gantian. Ini tujuannya agar proyek pembangunannya selesai tepat waktu,” kata Taufik, Jumat (28/8/2015).
Ia tak menampik penyerapan anggaran di kementeriannya masih tergolong rendah. Taufik menjelaskan rendahnya penyerapan anggaran tersebut lantaran pada awal tahun 2015 terjadi banyak perubahan dan revisi terkait proses lelang serta perubahan desain. Hal tersebut telah berimbas pada penerimaan pajak yang minim.
“Di awal-awal tahun itu kan kita banyak lakukan revisi dan terus ada perubahan desain. Nah ini yang menjadi penghambat kami dalam penyerapan anggaran yang akhirnya penerimaan pajaknya hanya Rp7 triliun dari total proyek senilai Rp70 triliun,” katanya.
Meski demikian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus berkomitmen untuk segera menyerap anggaran melalui berbagai paket lelang yang akan disiapkan dengan lengkap dan terperinci. Salah satunya, dibuktikan melalui lelang dini yang tersebar di 15 provinsi dengan jumlah keseluruhan sebanyak 61 paket dengan total pagu sebesar Rp3,71 triliun pada Agustus 2015.
Terdiri dari 30 paket senilai Rp1,92 triliun bersumber dari dana Rupiah murni dan Rp1,78 triliun sebanyak 35 paket dari dana SBSN. Paket lelang untuk pekerjaan reservasi, pembangunan jalan dan jembatan.
"Terdiri dari 30 paket senilai Rp1,92 triliun bersumber dari dana Rupiah murni dan Rp1,78 triliun sebanyak 35 paket dari dana SBSN. Paket lelang untuk pekerjaan reservasi, pembangunan jalan dan jembatan," katanya.
Pihaknya berharap, dengan adanya paket lelang ini dapat membantu kementerian PUPR dalam menyerap anggarannya mencapai Rp70 triliun di penghujung tahun 2015. Menurutnya, pelelangan dini tahun anggaran 2016 ini mampu menjadi proyeksi dalam menarik minat para investor di dalam negeri.
" Kita berharap, dengan lelang dini ini, bisa menjadi sinyal untuk para investor atas pembuktian kerja keras dan cepat kami," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN
-
Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target
-
Saatnya Wujudkan Rumah, Mobil & Liburan Impian Anda lewat BRI Consumer Expo Jakarta 2026
-
Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli
-
Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI