Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF), Kamis (3/9/2015), mengatakan bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk menunda kenaikan suku bunga saat ini di tengah situasi ekonomi global yang "sangat bergelombang".
"Pandangan umum kami bahwa mereka memiliki fleksibilitas untuk menunda," kata juru bicara IMF William Murray. Ia menambahkan bahwa Fed "harus melaksanakan secara bertahap" rencana serangkaian kenaikan suku bunganya.
Berbicara kepada wartawan, Murray mengatakan IMF memperkirakan bank-bank sentral di ekonomi seperti Amerika Serikat dan Inggris akan mulai menaikkan suku bunga secepatnya mengingat kenaikan pertumbuhan dalam ekonomi mereka.
Tetapi ia menyatakan masih ada waktu untuk menunggu sebelum mengambil langkah pertama.
"Situasi global sangat bergelombang," katanya, dan pandangan IMF adalah bahwa The Fed "harus melaksanakannya secara bertahap" dengan rencananya untuk mulai menaikkan suku bunga pertama kalinya sejak 2006.
The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan federal fund pada tingkat nol sejak 2008 untuk menarik kembali perekonomian dari krisis ekonomi.
Sejak tahun lalu telah ada tanda-tanda kemungkinan kenaikan suku bunga pertama pada tahun ini, dengan mata sekarang tertuju pada pertemuan kebijakan 16-17 September untuk kemungkinan langkah tersebut.
Tetapi Murray menunjukkan, tekanan inflasi dan upah AS, dua barometer penting untuk keputusan Fed, "masih lemah".
Itu berarti bank sentral AS dapat menahan suku bunga rendah hingga ada tanda-tanda yang lebih nyata dari upah atau inflasi harga daripada bukti saat ini. Ketika Fed melakukan tindakan, Murray menekankan, komunikasi yang jelas dari tujuan kebijakannya "sangat penting sehingga negara-negara secara luas di seluruh dunia dapat menyesuaikan."
Prospek lambat serangkaian kenaikan suku bunga di Amerika Serikat sejak dua tahun lalu telah memicu penarikan modal dari negara-negara berkembang dan membuat mata uang mereka jatuh. (Antara/AFP)
Berita Terkait
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis
-
Gaya Koboi Purbaya Keluar Saat IMF Tawarkan Utang Jumbo Rp514 T: Wah Mukanya Langsung Asem!
-
Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global
-
Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun
-
Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat
-
Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi
-
Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya