Suara.com - Harga minyak global turun tajam, Selasa (13/10/2015) pagi. Ini karena adanya kekhawatiran tentang pasokan berlebihan dan aksi ambil untung.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November anjlok 2,53 dolar AS menjadi ditutup pada 47,10 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara untuk patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman November merosot 2,79 dolar AS menjadi menetap di 49,86 dolar AS per barel di London.
Harga minyak sudah terangkat pada pagi hari karena laporan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan pengurangan lebih dalam di produksi minyak non-OPEC. Faktor-faktor itu mulai menunjukkan tanda-tanda pengurangan.
Namun harga minyak segera berubah negatif. Penurunan sebagian disebabkan aksi ambil untung setelah harga minyak mentah AS melonjak sembilan persen pada pekan lalu. Analis juga masih melihat banyak bukti kelebihan pasokan minyak global akan bertahan.
analis di Citi Futures, Tim Evans mengatakan produksi minyak OPEC tetap jauh di atas kebutuhan yang diharapkan. Kartel memproduksi 31,57 juta barel per hari pada September. Ini naik 109.000 barel per hari dari bulan sebelumnya.
"Para menteri minyak OPEC dan spekulatif bergairah (bullish) sama-sama dapat mendukung sentimen pasar dengan pembicaraan senang tentang pasar yang tampaknya telah mencapai posisi terendahnya, tapi kami melihat prospek 12 bulan lainnya dari kenaikan persediaan sebagai risiko penurunan berkelanjutan untuk harga," kata Evans.(AFP/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu