Suara.com - Menteri Peruhungan Ignasius Jonan mengaku belum menerima proposal pengajuan konsorsium perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara terkait proyek pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung.
"Belum, wong saya saja belum terima proposalnya kok. Tanya saja langsung ke BUMN," kata Jonan saat ditemui di acara bertema Rembuk Nasional Satu Tahun Pemerintah Jokowi-JK di Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).
Ia mengatakan peran Kementerian Perhubungan dalam pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hanya sebagai regulator. Menurutnya, yang memiliki kewenangan penuh adalah kementerian BUMN.
"Kami pemerintah melalui Kementerian Perhubungan itu hanya sebagai regulator. Kalau mau tanya lebih pasti ke Menteri BUMN, karena dia yang punya wewenang," katanya.
Berdasarkan dalam Peraturan Presiden Pasal 9 Nomer 107 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Menteri Perhubungan mendapatkan wewenang menetapkan konsorsium BUMN atau perusahaan patungan dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Sedangkan wewenang penuh dalam pembangunan kereta cepat berada ada di Menteri BUMN Rini Soemarno.
Nantinya, kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan dikenakan tarif tiket Rp200 ribu. Total investasi untuk proyek ini sebesar 5,5 miliar dolar AS yang pembiayaannya akan ditanggung 75 persen oleh perusahaan konsorsium BUMN.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram
-
Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM
-
Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium
-
Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah
-
Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah
-
Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik