Suara.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin melakukan kunjungan ke PT ORI Polytec Composites yang memproduksi produk-produk komposit berteknologi tinggi Jalan Akasia II Blok A9/3 Delta Silicon Industrial Park, Kawasan Industri Lippo Cikarang-Bekasi Jawa Barat, Rabu (28/10/2015).
"Pada kondisi perekonomian yang melambat seperti yang terjadi saat ini, komponen-komponen peraih devisa perlu diakselerasi untuk menopang stabilitas ekonomi dalam negeri. Sebagai salah satu komponen tersebut, industri pengolahan nonmigas perlu ditingkatkan produktivitasnya," kata Menperin.
Menteri menjelaskan prestasi industri pengolahan non-migas pada triwulan II tahun 2015 cukup memuaskan dengan pertumbuhan sebesar 5,27 persen (year on year), melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 4,67 persen.
Pertumbuhan tersebut, kata Menteri, mengindikasikan stabilitas industri di Indonesia yang mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang terjadi di banyak negara selama beberapa tahun ini.
"Indonesia sebagai negara besar yang memiliki resource and market potential tidak bisa dipandang sebelah mata. Produk-produk bangsa kita telah mampu bersaing di pasar bebas dunia," ujarnya.
Menteri mengemukakan salah satu produk nasional yang mampu bersaing secara internasional adalah produk fiberglass yang telah dikenal di dunia selama lebih dari 20 tahun yang lalu.
Industri fiberglass di Indonesia tentunya turut memberikan kontribusi dalam proses pembangunan di Indonesia.
"Saya percaya, PT ORI Polytec Composites sebagai salah satu Asia's leading manufacturers and fabrications of fiberglass material, mampu menjawab tantangan industri secara global, dengan terus melakukan inovasi dan berbagai penyempurnaan bagi produk-produk fiberglass yang dapat diaplikasikan pada berbagai kebutuhan otomotif, infrastruktur, dan perkapalan," kata Menperin.
PT Ori Polytec Composites mulai beroperasi tahun 1993 dengan kepemilikan saham Singapore Highpolymer Chemical Products 9,45 persen, PT Origa Mulia FRP 18,55 persen, Iman Basir 36 persen, Tety Tjiputra 36 persen. Pabrik PT ORI & Group terbagi menjadi empat fasilitas yakni di Tangerang dan tiga di Cikarang dengan nilai investasi lima juta dolar AS.
Fasilitas pabrik di Cikarang memproduksi antara lain pipa fiberglass, sementara fasilitas pabrik di Tangerang memproduksi interior kereta cepat fiberglass, interior pesawat fiberglass dengan tenaga kerja sebanyak 850 orang.
Dalam rangka menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), industri dalam negeri perlu mempersiapkan diri dan memanfaatkan peluang untuk ekspansi pasar di ASEAN, Kementerian Perindustrian memfasilitasi kebutuhan dunia industri, utamanya terkait dengan pengembangan dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), peningkatan kompetensi SDM, optimalisasi penggunaan produk dalam negeri pada proyek Pemerintah serta promosi kemampuan industri dan investasi.
"Saya berharap PT ORI Polytec Composites dan industri-industri lain dapat berjalan bersama-sama Pemerintah dalam rangka meningkatkan daya saing industri nasional. Saya juga mengharapkan segala upaya yang telah dilakukan PT ORI Polytec Composites dapat berjalan lancar dan mampu berdaya saing, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional," kata Menperin.(ANTARA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Hashim: Hunian Vertikal di Kampung Bandan Wujud Program 3 Juta Rumah
-
Menteri Investasi: Pelemahan Rupiah Masih Diterima Investor Asing
-
Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi
-
6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026
-
Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025
-
Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi
-
Setelah Haji, Pos Indonesia Mulai Layani Pengiriman Barang Jamaah Umrah dan PMI
-
Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026
-
Celebi Aviation Resmi Beroperasi di Bandara Soetta dan Ngurah Rai
-
Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya