Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai opsi merger dengan perbankan-perbankan yang ada di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat dibutuhkan untuk memperkuat industri perbankan syariah di Indonesia.
Kendati demikian, Direktur Perbankan Syariah OJK Dhani Gunawan menilai merger ini juga bisa memberikan dampak negatif bagi para karyawannya.
"Jadi kalau di merger doang, takutnya jadi ada penciutan pegawai. Jadi kan kalau merger harus disertai dengan suntikan modal, karena untuk pegawai juga," kata Dhani saat menjadi pembicara di Pelatihan Wartawan Otoritas Jasa Keuangan di Hotel Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2015).
Selain itu, pihaknya juga menilai, dengan tidak dibarenginya suntikan modal dari merger perbankan syariah itu, market share bank syariah juga akan menurun.
"Contohnya saat ini, kan modal masih minim, operasionalnya masih menggunakan dana-dana mahal. Terus nggak ada suntikan modal, market share kita jadi 4,5 persen 2015 dari 4,8 persen di 2014," ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap, jika BUMN telah menyetujui merger tersebut, diharapkan dapat memberikan suntikan modal kepada perbankan syariah.
Berita Terkait
-
Jaga Ekosistem Pesisir, BSN Monitoring Ribuan Bibit Mangrove di Bali
-
Permudah Masyarakat Miliki Rumah, Bank BSN Hadirkan Siap KPR
-
OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, BSN Perkuat UMKM Halal Lewat Program TJSL
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Redam Bisingnya Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung, Film "Dan Bandung" Rilis Clip Nuansa Syahdu
-
Review Drama Gannibal, Sisi Gelap Desa Kuge yang Menelan Banyak Korban Jiwa
-
Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Perbankan dan Properti Harus Diwaspadai Investor
-
Tak Hanya Genjot Bisnis, Emiten LINK Perkuat Strategi ESG
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan