Suara.com - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) siap menjajaki penerbitan obligasi (surat utang) perbankan sekitar Rp9 triliun-Rp10 triliun untuk menambah modal membiayai pengembangan 25 pelabuhan yang dikelola perusahaan dalam 5 tahun ke depan.
"Total investasi Pelindo III hingga 2020 diperkirakan mencapai sekitar Rp20 triliun. Sebesar Rp5 triliun dari internal, sekitar Rp6 triliun dari perbankan. Selebihnya sekitar Rp9 triliun-Rp10 triliun diharapkan dari penerbitan surat utang (obligasi)," kata Direktur Utama Pelindo III Sudjarwo Surjanto.
Hal itu ia kemukakan di sela Forum BUMN : "Sinergi BUMN Untuk Transformasi Indonesia", di Jakarta, Kamis (10/12/2015).
Menurut Sudjarwo, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian untuk menerbitkan surat utang, termasuk kemungkinan mengkombinasikannya dengan pinjaman perbankan.
"Kita lihat situasinya, mana yang lebih murah akan kita pertimbangan lebih lanjut," ujarnya.
Ia menjelaskan, total investasi hampir seluruhnya untuk mengembangkan pelabuhan besar seperti Pelabuhan Teluk Lamong dan puluhan pelabuhan kecil yang tersebar di bawah kendali Pelindo III.
"Selain untuk meningkatkan profit pelabuhan-pelabuhan kecil, pengembangan ini juga bagian dari pengembangan konektivitas yang menjadi program Pemerintah yang menghubungkan seluruh Nusantara melalui jalur laut," paparnya.
Setidaknya 9 pelabuhan yang mendesak untuk dikembangkan antara lain seperti Pelabuhan Kalabahi di Alor, Pelabuhan Waingapu, Bima.
"Pelabuhan-pelabuhan kecil tersebut sangat tidak 'bankable' untuk dibiayai perbankan, sehingga dibutuhkan solusi pendanaan dari induk usaha untuk mencari modal untuk pengembangan," ujarnya.
Pendanaan lebih ditujukan untuk memberikan pelayanan dasar seperti terminal penumpang dan terminal angkutan barang.
Untuk mendapatkan pinjaman, Pelindo III sangat potensial sejalan dengan tingkat rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang masih rendah.
"Selain DER, kita juga punya rasio Debt to Ebitda yang sangat 'feasibel' untuk memperoleh pinjmanan perbankan," ucapnya. (Antara)
Berita Terkait
-
JP Morgan Pangkas Bobot Obligasi Indonesia, Bisa Bikin Investor Global Kabur
-
Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
-
Sensasi Makan Indomie di Bawah Bayangan Kapal Raksasa: Mengulik Dermaga Pelabuhan Cirebon
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026
-
Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM