Asuransi Penyakit Kritis
Asuransi ini bisa dibilang produk spesifik asuransi kesehatan. Besar preminya disesuaikan dengan risiko yang dihadapi tertanggung.
Misalnya kita jarang olahraga, maka preminya lebih besar daripada yang rutin olahraga. Tertanggung mendapat proteksi dari risiko sejumlah penyakit kritis, seperti kanker, stroke, gagal ginjal, dan jantung.
Uang pertanggungan diberikan jika yang tertanggung terdiagnosis menderita penyakit kritis tersebut. Ini berguna kalau sang pencari nafkah yang jadi tertanggung. Sebab, kelangsungan hidup keluarga bisa terjamin lewat pencairan uang dari asuransi. Biaya pengobatan tertanggung ditanggung asuransi.
Demi pengiritan, asuransi ini bisa dipinggirkan kalau merasa cukup dengan asuransi kantor dan BPJS. Toh, keduanya bisa digabung lewat koordinasi manfaat.
Misalnya sakit jantung, awalnya mengurus pakai BPJS. Ketika dirujuk sampai rumah sakit, pakai asuransi swasta agar mendapat fasilitas lebih baik, seperti naik kelas kamar perawatan. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa prioritas produk asuransi tiap orang berbeda-beda. Mana yang lebih pas untuk jadi prioritas, kita sendiri yang bisa menilai.
Baca juga artikel DuitPintar lainnya:
Infographic: Pahami Jenis-Jenis Asuransi yang Anda Butuhkan
Melihat Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Keuangan Anda
Untungnya Koordinasi Manfaat BPJS dengan Asuransi Swasta
| Published by Duitpintar.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG
-
China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk
-
Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi
-
BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026
-
Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia
-
IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan