Suara.com - Pasar dan industri properti Indonesia diproyeksikan baru mulai menggeliat pada awal 2017, sedangkan pada tahun ini masih tertahan karena aneka kebijakan deregulasi ekononomi pemerintah belum berdampak dalam jangka pendek.
"Tahun ini pertumbuhan sektor properti masih baru pada 'signal recovery' (tanda pemulihan) saja, sedangkan geliatnya baru terlihat awal 2017," kata Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam paparan sektor properti kuartal IV 2015 di Jakarta, Rabu (6/1/2016).
Ferry mengaku, meski pemerintah telah mengeluarkan aneka kebijakan deregulasi ekonomi, namun dampaknya belum bisa dirasakan pasar dan masyarakat.
"Meski sudah ada pelonggaran kredit properti melalui LTV (Loan to Value) dari Bank Indonesia yang diumumkan pada Juli 2015, tetapi karena tidak diikuti penurunan suku bunga, tetap saja, tak berdampak," katanya.
LTV hanya bermanfaat bagi pencari rumah pertama, sedangkan terhadap pasar belum terasa.
Pelonggaran LTV yang dimaksud berupa penurunan batas uang muka yang wajib dibayarkan konsumen dalam pengajuan kredit dalam hal ini Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Untuk kepemilikan rumah pertama, besaran LTV dinaikkan dari 80 persen menjadi 90 persen sehingga besaran uang muka yang harus ditanggung konsumen turun dari sebelumnya sekitar 20-30 persen menjadi hanya 10 persen saja.
Namun, dia mengakui, sejumlah deregulasi seperti kebijakan kawasan industri yang juga akan diperluas hingga ke luar Pulau Jawa, akan berdampak pada jangka menengah, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur.
"Secara umum, pertumbuhan ekonomi 2016 ini masih datar dan ini berdampak pada properti," katanya.
Menengah bawah Sebelumnya, Lembaga Riset Properti, Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) juga memprediksi pasar properti pada 2016 sedikit akan mulai bangkit di tengah kurang kondusifnya ekonomi nasional.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, menilai, kalaupun ada pertumbuhan, itu tidak terjadi di semua kelas properti, tetapi akan lebih banyak bergerak di segmen menengah bawah.
Hal ini mengingat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah lebih banyak menyasar mereka yang secara kemampuan ekonomi masih terbatas namun benar-benar membutuhkan rumah tinggal.
"Pasar perumahan menengah bawah yang harganya kurang dari Rp600 juta akan tumbuh 8-10 persen. Apartemen kelas menengah yang harganya kurang dari Rp1 miliar akan tumbuh 10-12 persen. Sedangkan perumahan dan apartemen segmen atas masih akan stagnan," kata Panangian.
(Antara)
Berita Terkait
-
Bukukan Penjualan Rp2,7 Triliun, Linktown Ungkap Tren Properti Regional 2026
-
Pengembang Catat Telah Serah Terima 16.500 Unit Hunian di Meikarta
-
PPRO Dorong Transformasi Bisnis Lewat Pendekatan Berbasis Pengalaman Konsumen
-
PGN dan REI Kolaborasi Bangun Jaringan Gas di Proyek Properti Nasional
-
Ekonomi Masih Berfluktuasi, Kota Mandiri Jadi Magnet Investasi dan Aktivitas Baru
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026
-
Vietjet Amankan Kesepakatan US$6,1 Miliar untuk Ekspansi Asia-Pasifik
-
Wings Group Makin Agresif Buka Cabang Baru FamilyMart
-
30 Ton Bantuan Pangan di Kirim ke Aceh Tamiang
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar