Suara.com - Banyak jalan menuju Roma. Di era sekarang, mungkin ini yang paling tepat untuk menggambarkan betapa makin banyak orang yang sadar berinvestasi. Investasi kini bukan hanya milik kalangan berduit, melainkan sudah makin ramah untuk yang punya tabungan seadanya.
Investasi emas misalnya! Sekarang gak sulit untuk siapa pun yang pengin menambah pundi-pundinya lewat produk yang gak pernah ada matinya ini. Kalau awalnya dahulu untuk bisa investasi emas dibutuhkan dana tunai, kini sudah tidak lagi.
Hal ini terbukti dengan makin maraknya lembaga pembiayaan untuk pembelian emas secara kredit. Nah, untuk kamu yang lagi kepikiran untuk investasi emas, coba simak dulu untung ruginya beli emas secara kredit:
Keuntungan
Dana nggak harus besar
Salah satu keuntungan menonjol dari investasi emas dengan sistem kredit adalah, gak harus punya dana besar. Hal ini membuka peluang untuk mereka yang ingin berinvestasi tanpa harus mengorbankan dana keperluan lainnya.
Emas tersimpan aman
Emas yang dibeli secara kredit memang belum dapat disimpan nasabah sampai lunas. Namun, dengan demikian nasabah bisa tenang. Paling gak emas tersimpan di tempat yang aman dengan sistem keamanan yang terpercaya.
Bisa dijadikan jaminan
Suatu saat kita pasti membutuhkan dana mendesak. Nah, jika kita mengambil kredit emas di pegadaian, kita bisa kok menggadaikan emas tersebut. Loh kan belum lunas! Walau belum lunas, emas bisa digadaikan senilai total cicilan yang sudah kita bayar.
Selanjutnya, total sisa kredit emas dan cicilan gadai akan dihitung kembali oleh pegadaian. Hasil hitungan tersebut akan dibebankan kepada kita sebagai cicilan baru setiap bulannya.
Disiplin menabung emas
Dengan mengambil kredit emas, kita sudah berkomitmen untuk membayar sejumlah uang setiap bulan. Ini artinya kita diajarkan untuk disiplin memenuhi kewajiban mencicil emas setiap bulan. Walau ada sejumlah uang yang dikeluarkan setiap bulan, namun ingat, hasil yang akan kita peroleh ke depannya sebanding kok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS