Suara.com - Memulai tahun kerja 2016, Kementerian ESDM telah selesai melakukan lelang seluruh proyek infrastruktur energi APBN 2016. Hal ini menandai kemajuan signifikan dalam pengelolaan APBN di Kementerian ESDM.
Tercatat Tahun anggaran 2016 Kementerian ESDM memperoleh alokasi anggaran senilai Rp 8.563,9 miliar yang terdiri dari Rp 4.326,2 miliar (50,5%) belanja barang, Rp 2.646,5 miliar (30,9%) belanja modal, Rp 834,5 miliar (9,7%) belanja pegawai dan Rp 756,7 miliar (8,8%) berupa output cadangan. Hari ini dilakukan penandatangan kontrak kolektif tahap I, untuk 198 Paket dengan nilai Rp 406 miliar. Penandatangan sisa paket sebanyak 387 paket akan terus dilakukan secara bertahap sampai dengan akhir bulan Februari 2016.
Selesainya seluruh proses lelang dan penandatangan kontrak ini menandai kemajuan sangat signifikan dalam pengelolaan APBN di Kementerian ESDM dalam setahun terakhir. Serapan APBN tahun 2015 meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, dari Rp 7,36 triliun atau 51,28% di tahun 2014, menjadi Rp 9,6 triliun atau 63,88% di tahun 2015.
Persiapan administrasi dan governance juga maju tujuh bulan lebih cepat. Di tahun-tahun yang lalu banyak proyek yang baru dilelangkan pada sekitar bulan Mei, dan Juni, bahkan ada yang sampai bulan September atau Oktober tahun berjalan. Untuk Tahun Anggaran 2016, pada bulan Oktober tahun lalu seluruh dokumen lelang sudah siap. Lelang pertama dilakukan pada awal bulan November 2015. Dan seluruh lelang selesai pada akhir Desember 2015. "Saya menargetkan serapan APBN 2016 dapat mencapai di atas 90%. Sesuatu yang belum pernah terjadi di Kementerian ESDM", tegas Menteri ESDM, Sudirman Said dalam siaran pers di website resmi Kementerian ESDM, Kamis (14/1/2016).
Yang menjadi catatan penting adalah, penandatanganan kali ini dilakukan secara kolektif, menghadirkan seluruh kontraktor dan vendor, juga para penerima manfaat dari proyek-proyek yang akan dibangun.
Dalam sambutannya, Menteri Sudirman menekankan, "Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip yang harus kita tegakkan. Karena itu dihadapan kita semua hadir para wakil penerima manfaat. Untuk merekalah kita semua bekerja, dengan otoritas dari publik. Karena itu sengaja semua kita undang untuk mengawasi apakah yang akan dibangun sesuai dengan kontrak yg hari ini kita tandatangani."
"Kepada seluruh kontraktor dan pimpinan dan staf pengelola APBN di Kementerian ESDM, saya ingin mengingatkan masa lalu kita sangat pahit dan memalukan. Menteri, Sekjen, sejumlah pejabat ESDM berurusan dengan hukum. kepala SKK Migas masuk penjara. Beberapa anggota komisi VII masuk penjara. Begitupun diantara perusahaan yang berbisnis dengan ESDM banyak yang diadili karena korupsi. Mari kita tinggalkan praktik-praktik kelam seperti itu. Saatnya kehadiran kita disini memberikan arti." tutup Sudirman Said.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Wamen ESDM Gandeng PPATK Usut Aliran Dana Tambang Ilegal Rp992 Triliun
-
Jamin Kepastian Usaha, Pengalihan Tambang Emas Martabe ke Perminas Tunggu Hasil Evaluasi
-
Wamen ESDM: Pembayaran Kompensasi BBM dan Listrik 2026 Berubah Jadi Sebulan Sekali
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto