- Wamen ESDM konfirmasi temuan dana tambang ilegal Rp992 T ke PPATK demi hak negara.
- Pelacakan terhambat modus transaksi keuangan berlapis dan penggunaan pihak ketiga.
- PPATK temukan indikasi aliran emas ilegal dari berbagai daerah menuju pasar luar negeri.
Suara.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aktivitas tambang ilegal.
Yuliot menyatakan telah melakukan pertemuan intensif dengan Deputi Analisa dan Pengawasan PPATK guna memastikan pemulihan hak negara.
"Kami lagi konfirmasi dengan PPATK. Saya sudah ketemu dengan Deputi Analisa dan Pengawasan di PPATK. Jadi sehingga, mana yang menjadi hak negara itu harus bisa diterima oleh negara," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Terkait identitas pihak-pihak yang terlibat, Yuliot mengakui proses pelacakan masih terus berjalan. Ia menjelaskan bahwa perputaran uang dari tambang ilegal sering kali menggunakan skema yang sangat kompleks dan melibatkan banyak pihak untuk mengaburkan asal-usul dana.
"Kan transaksi keuangan itu sangat detail ya. Itu kan ada di layer pertama, kedua, atau itu menggunakan pihak lain," tambahnya.
Berdasarkan laporan Capaian Strategis PPATK Tahun 2025, total perputaran dana yang diduga berasal dari pertambangan ilegal sepanjang 2023-2025 mencapai angka fantastis Rp992 triliun. Dari jumlah tersebut, ditemukan 27 Hasil Analisis (HA) yang menunjukkan transaksi sebesar Rp517,47 triliun khusus berkaitan dengan pertambangan emas ilegal.
Laporan tersebut menyoroti maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah strategis seperti Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi, Sumatera Utara, hingga Pulau Jawa. Tak hanya beredar di dalam negeri, PPATK juga mengendus adanya aliran emas hasil PETI yang dilarikan ke pasar luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
-
Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
-
Skandal Sepak Bola China: Eks Everton dan 72 Pemain Dijatuhi Sanksi Seumur Hidup
-
Iman Rachman Mundur, Penggantinya Sedang Dalam Proses Persetujuan OJK
Terkini
-
OJK Sambut Keingingan Danantara untuk Jadi Pemegang Saham PT BEI
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Belum Resmi Dicabut ESDM, Status Izin Tambang Martabe Masih Menggantung?
-
Jamin Kepastian Usaha, Pengalihan Tambang Emas Martabe ke Perminas Tunggu Hasil Evaluasi
-
OJK Segera Cari Plt Dirut BEI, Ini Bocorannya
-
Kepercayaan Industri Awal 2026 Menguat, IKI Lebih Tinggi Dibanding Januari Tahun Lalu
-
Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
-
Purbaya Senang Dirut BEI Mundur: Bukan Saya yang Bayar Gajinya
-
MBG Bakal Manfaatkan Proyek Peternakan Ayam Merah Putih Besutan Danantara
-
Iman Rachman Mundur, Ini Kriteria Bos BEI Baru yang Diinginkan Pemerintah