Suara.com - Maskapai Garuda Indonesia meningkatkan kapasitas penumpang kelas bisnis dengan menghadirkan dua pesawat terbaru yakni Airbus A330-300 dengan "Super Diamond Seat Business Class" yang pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh.
Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo di Jakarta, Senin (1/2/2016), mengatakan pesawat Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class bernomor registrasi PK-GPZ ini merupakan yang pertama dari empat pesawat Airbus A330-300 yang akan diterima pada 2016.
Sementara, lanjut dia, pesawat Boeing 777-300ER bernomor registrasi PK-GIK, merupakan pesawat kiriman terakhir dari sepuluh Boeing 777-300ER yang dipesan Garuda Indonesia sejak 2013.
"Kedatangan dua pesawat ini merupakan upaya Garuda Indonesia dalam membangun armada penerbangan yang modern, sekaligus upaya perusahaan untuk memperluas dan meningkatkan jaringan penerbangan Garuda Indonesia di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa," kata Arif.
Menurut Arif, sebagai maskapai yang termasuk dalam "five star airlines", keamanan dan kenyamanan penumpang adalah suatu kewajiban.
Dia mengatakan kehadiran dua armada baru tersebut diyakini akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasanya.
Arif menambahkan "Super Diamond Seat Business Class" akan terintegrasi dengan konsep layanan Garuda Indonesia Experience.
Dia menjelaskan pesawat baru Airbus A330-300 tersebut memiliki jangkauan sejauh 15.000 kilometer atau mencapai 12 jam terbang non-stop, dengan kapasitas 287 tempat duduk, yang terdiri dari 24 kelas bisnis dengan "Super Diamond Seat" dan 263 kelas ekonomi.
Beberapa fitur baru yang melengkapi kelas bisnis dengan "Super Diamond Seat" tersebut, antara lain konfigurasi tempat duduk dengan akses all-isle (1 - 2 - 1), tayangan hiburan layar sentuh berukuran 16 inci Panasonic Ex3 yang dilengkapi dengan handset/remote layar sentuh, double USB plug dan power outlet pada setiap tempat duduk, fully flat-bed seat berukuran lebar 24 inci dan panjang 82 inci, arm-rest, head-rest, meja makan, dan lampu baca yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan penumpang, serta tempat tidur bayi (baby bassinet) dan tampilan baru mini bar.
Dia menuturkan selain menawarkan fitur-fitur baru pada Super Diamond Seat Business Class, pesawat baru Airbus A330-300 tersebut juga menawarkan kenyamanan pada kelas ekonomi dengan menghadirkan beberapa fitur baru.
Fitur-fitur tersebut, seperti In-flight entertainment layar sentuh 11 inci Panasonic Ex3 yang dilengkapi dengan handset/remote, USB plug dan power outlet di setiap kursi.
"Di samping itu, kursi-kursi pada kelas ekonomi dapat direbahkan hingga maksimum empat inci dengan 'articulating recline', dan dilengkapi dengan 'foot-rest'," katanya.
Sementara itu, Arif mengatakan pesawat Boeing 777-300ER ke-sepuluh memiliki kapasitas 393 tempat duduk yang terdiri dari 26 kelas bisnis dan 367 kelas ekonomi.
Dia menyebutkan dari total 10 armada B777-300ER yang dioperasikan Garuda sejak tahun 2013, sebanyak enam armada B777-300ER dilengkapi dengan layanan kelas utama atau "first class", dengan kapasitas kursi sebanyak 314 penumpang, dengan konfigurasi delapa kursi untuk "first class", 38 kursi untuk kelas bisnis, dan 268 kursi untuk kelas ekonomi.
Arif menambahkan sebagai program pengembangan armada, sepanjang tahun 2016 ini, Garuda Indonesia Group akan menerima kedatangan total 16 armada baru yang terdiri dari satu Boeing 777-300ER, empat Airbus A330-300, empat ATR72-600, dan delapan Airbus A320 untuk Citilink.
Dengan demikian, hingga akhir 2016 ini Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan total 188 armada yang terdiri dari 144 armada Garuda Indonesia dan 44 armada Citilink.
Di samping itu, lanjut dia, untuk melanjutkan pertumbuhan yang telah diraih melalui program "Quick Wins di sepanjang tahun 2015, maka memasuki tahun 2016 Garuda Indonesia melaksanakan program pengembangan perusahaan yang diberi nama Sky Beyond.
"Sky Beyond" merupakan program jangka pendek yang berfokus pada tiga strategi inti, yaitu mulai dari sinergi dalam grup perusahan, efisiensi dan efektivitas, dan peningkatan layanan yang akan mengakselerasi pecapaian kinerja perusahaan. (Antara)
Berita Terkait
-
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026
-
Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret
-
Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia
-
Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak