Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2015. Angkanya sebesar 4,79 persen.
Angka ini mengalami perlambatana jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebesar 5,02 persen.
Suryamin menjelaskan, pertumbuhahan ekonomi di 2015 tersebut mengandalkan dari beberapa komponen pendukung berdasarkan pengeluaran. Salah satunya seperti konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia mengalami perlambatan.
"Ada beberapa kompenen ya untuk membentuk pertumbuhan ekonomi tersebut. Di antaranya konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak ekonomi kita itu hanya 2,69 persen, pembentukan modal bruto 1,64 peren dan lainnya 0,46 persen,” kata Suryamin saat menggelar konferensi pers di kantor BPS, Jumat (5/2/2016).
Selain itu, ia menjelaskan penyebab melambatnya ekonomi di 2015 lataran inflasi pada Desember 2015 yang mencapai 3,35 persen yoy. Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang menguat 5,88 point to point pada akhir kuartal IV dibandingkan kuartal III-2015.
Selain itu, realisasi belanja pemerintah meningkat sebesar 6,37 persen secara yoy.
“Ini karena ada belanja infrastruktur yang cukup besar (di kuartal IV). Pada kuartal IV-2015 pertumbuhan terjadi di semua kategori ekonomi kecuali pertambangan dan penggalian, karena kebijakan pemerintah harus ada smelter, harga komoditas jatuh sehingga menyebabkan penurunan," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
OJK Bekukan Izin NH Korindo, Emiten Benny Tjokro Didenda Rp2,7 Miliar
-
Program Gentengisasi Prabowo Dongkrak Permintaan Genteng di Sentra Majalengka
-
Bukan Beban, Kemnaker Sebut Mudik Bersama Investasi bagi Produktivitas Karyawan
-
Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
OJK Jatuhkan Denda Rp5,6 Miliar dalam Kasus IPO POSA, Benny Tjokro Disanksi Seumur Hidup
-
Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp24,33 triliun
-
Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Cerminkan Perbaikan Ekonomi dan Administrasi
-
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
Pensiunan Diincar Penipu Jelang Lebaran, Komisaris TASPEN Ariawan Ungkap Modusnya
-
Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan ke AS, Pasokan Dijamin Aman