- Survei SBPO OJK triwulan IV-2025 menunjukkan IBP 66, mengindikasikan optimisme kuat kinerja perbankan nasional hingga akhir tahun.
- Optimisme ini dipicu membaiknya makroekonomi domestik, penurunan BI Rate, dan stimulus pemerintah.
- Risiko perbankan dinilai terkendali (IPR 57) dan penyaluran kredit diprediksi tumbuh tinggi.
Suara.com - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menyampaikan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) triwulan IV-2025 yang menunjukkan optimisme kuat bahwa kinerja perbankan nasional akan tetap solid hingga akhir tahun ini.
Survei tersebut melibatkan 102 bank yang mewakili 99,25 persen dari total aset seluruh bank umum per September 2025.
"Keyakinan tersebut tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan IV-2025 yang tercatat sebesar 66 (zona optimis)," kata Dian Ediana Rae dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (23/11/2025).
Menurut OJK, alasan utama di balik optimisme ini adalah kondisi makroekonomi domestik yang dinilai semakin membaik, disertai keyakinan perbankan yang cukup mampu mengelola risiko yang dihadapi.
Prediksi membaiknya kondisi makroekonomi domestik membuat Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada triwulan IV-2025 kembali ke level optimis, tercatat sebesar 63c.
Keyakinan pertumbuhan perbankan juga didorong oleh prakiraan kenaikan pertumbuhan ekonomi domestik yang dipicu oleh penurunan BI Rate dan penguatan nilai tukar Rupiah.
Selain itu, lonjakan konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru diyakini mampu mendongkrak permintaan terhadap barang dan jasa. Dukungan dari pemerintah juga sangat signifikan.
"Stimulus 8+4+5 dari Pemerintah diperkirakan juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas Dian Ediana Rae.
Namun, di sisi lain, peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi ini juga diperkirakan akan menyebabkan inflasi turut meningkat.
Baca Juga: Akui Ada Pengajuan Izin Bursa Kripto Baru, OJK: Prosesnya Masih Panjang
Risiko Terjaga, Kredit Diprediksi Tumbuh Tinggi
Meskipun aktivitas meningkat, mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan pada triwulan IV-2025 masih terjaga dan terkendali.
Hal ini terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) yang tercatat sebesar 57 (zona optimis).
Keyakinan ini didasarkan pada kualitas kredit yang tetap baik dan posisi Devisa Netto (PDN) yang tetap rendah (long position), di mana aset valuta asing lebih besar dibandingkan kewajiban valas.
Adapun Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) perbankan juga berada pada level optimis, mencapai 78. Optimisme pertumbuhan didorong oleh ekspektasi bahwa penyaluran kredit masih akan tumbuh, seiring dengan meningkatnya permintaan kredit dan upaya bank dalam melakukan ekspansi.
Sektor-sektor ekonomi yang diyakini menjadi motor utama pertumbuhan kredit perbankan antara lain:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja
-
Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG