Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin memprediksikan iklim bisnis di kuartal I 2016 akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya.
Namun, optimisme para pelaku bisnis pad 2016 diperkirakan akan mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat dari nilai Indeks Tendensi Bisnis pada kuartal I 2016 sebesar 104,28. Sedangkan kuartal IV 2015 sebesar 105,22.
"Memang diperkirakan pada kuartal I 2016 akan ada peningkatan di bisnis pada semua komponen indeks, kecuali order dari luar negeri yang mengalami penurunan. Tapi harus di dorong terus ini agar optimisme pelaku usahanya naik," kata Suryamin saat menggelar konferensi pers di kantor BPS, Jumat (5/2/3016).
Kendati mengalami peningkatan, namun menurutnya untuk sektor lapangan usaha pertambangan dan penggalian diperkirakan akan mengalami perlambatan. Sedangkan, peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan (nilai ITB 110), dan terendah pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum (nilai ITB 102,04).
"Kondisi bisnis di semua lapangan usaha pada triwulan I-2016 diperkirakan mengalami peningkatan, kecuali lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian (nilai ITB sebesar 92,03)," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Hanung Bramantyo Dukung Pemerintah Cabut DNI di Usaha Bioskop
-
Rumah Kreatif Wadas Kelir, Industri Kreatif Berbasis Pendidikan
-
BKPM: Komitmen Investasi Eropa di Januari 2016 Rp6,53 Triliun
-
Dana Asing yang Masuk Via Obligasi di Awal 2016 Rp20 Triliun
-
Keadaan Iklim Investasi Jika Panasonic dan Toshiba Tutup Pabrik
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya