Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka turun tipis sebesar 8,48 poin atau 0,18 persen menjadi 4.723,99 seiring dengan melemahnya bursa saham di kawasan Asia. Namun, dalam perjalanannya IHSG BEI terpantau berbalik arah ke area positif atau menguat sebesar 29,60 poin atau 0,61 persen menjadi 4.762,53.
Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga bergerak melemah 0,25 persen menjadi 827,54.
"Sentimen dari eksternal masih memberikan pengaruh bagi pasar saham sehingga mayoritas bursa di kawasan Asia cenderung melemah, termasuk IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta.
Menurut dia, volatilitas pasar sejak awal tahun di tengah kekhawatiran mengenai kemampuan Cina dalam mengatasi perlambatan ekonominya masih menahan investor untuk agresif masuk ke pasar berisiko.
"Di tengah kondisi ekonomi global yang mengalami perlambatan, pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi investasinya," katanya.
Namun, lanjut dia, Pemerintah Indonesia yang berupaya untuk memberikan daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan investasinya guna mendorong pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu menjaga laju IHSG.
"Indonesia berniat untuk membuka sektor perekonomian yang sebelumnya ditutup untuk modal asing. Pemerintah bersiap mengumumkan perubahan pada pedoman investasinya," katanya.
Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri yang terbilang masih positif mendorong pelaku pasar saham melakukan akumulasi beli.
"Laju nilai tukar rupiah yang positif menjadi salah satu faktor yang menopang indeks BEI, nilai tukar yang menguat menandakan perekonomian yang terjaga," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 735,66 poin (3,81 persen) ke level 18.552,51, indeks Bursa Malaysia melemah 3,59 poin (0,22 persen) ke level 1.640,82, dan Straits Times melemah 15,51 poin (0,59 persen) ke posisi 2.566,42. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar