Suara.com - Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pada Rabu (10/1/2016) bahwa bisa saja The Fed berbalik arah dan menurunkan suku bunga jika ekonomi melemah, tetapi menambahkan bahwa itu tidak mungkin.
Dua bulan setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari sembilan tahun, Yellen ditanya di Kongres apakah ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan bisa mendorong Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan kebijakan Fed, untuk berbalik arah dan menurunkan suku bunga lagi.
"Saya tidak berharap bahwa FOMC akan segera dalam situasi ini di mana ia perlu menurunkan suku bunga," katanya kepada sidang Kongres.
"Mari kita ingat bahwa pasar tenaga kerja terus berkinerja dengan baik, meningkat," katanya.
"Selalu ada beberapa risiko resesi, dan saya mengenali dan baru saja menyatakan bahwa perkembangan keuangan global dapat menghasilkan perlambatan dalam ekonomi." Namun, dia menekankan, penting "untuk tidak melompat ke kesimpulan prematur tentang apa yang ada dalam persediaan untuk ekonomi AS. Jadi saya tidak berpikir itu akan diperlukan untuk menurunkan suku bunga." Ditanya apakah The Fed memiliki kekuatan untuk pergi sejauh mengurangi suku bunga ke dalam wilayah negatif, seperti yang Bank Sentral Eropa dan bank sentral Jepang telah lakukan baru-baru ini, Yellen mengatakan mereka telah mempelajari masalah ini pada 2010 tetapi tidak mencapai kesimpulan.
"Itu masih pertanyaan .... Saya tidak menyadari apa pun yang akan mencegah kita dari melakukan hal itu," katanya.
Suku bunga negatif, dalam konteks kebijakan moneter, akan memaksa bank-bank komersial untuk membayar bunga atas uang tunai mereka yang disimpan di bank sentral, bukan harus membayar suku bunga seperti biasanya terjadi.
Hal ini hanya digunakan dalam keadaan langka untuk menekan bank-bank meminjamkan lebih banyak di pasar komersial, untuk meningkatkan kegiatan ekonomi.
"Kami berada dalam suatu lingkungan di mana sejumlah bank sentral telah pergi ke suku bunga negatif," Yellen mengakui, menambahkan bahwa hal itu penting untuk mempelajari pengalaman mereka.
"Kembali pada tahun 2010 kami sedang mencari cara-cara untuk menambahkan akomodasi ke sistem keuangan," katanya.
Tapi pergerakan suku bunga negatif "bukan alat pilihan ... dan kami khawatir itu tidak akan bekerja di lingkungan kita." (Antara)
Berita Terkait
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
-
BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin
-
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
-
Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya
-
Profil Kevin Warsh, 'Orang Dekat' Donald Trump yang Jadi Calon Ketua The Fed
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN