Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada Maret 2016 mencapai 0,19 persen. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan realisasi indeks harga konsumen pada Febuari 2016 lalu yang mengalami deflasi 0,09 persen.
Kelapa BPS Suryamin mengatakan, penyumbang inflasi paling besar pada Maret 2016 adalah bahan makanan dan sandang sebesar 0,69 persen dan 0,55 persen.
"Bahan makanan inflasinya itu 0,69 persen. Komponennya itu makanan yang diawetkan seperti ikan, sayur-sayuran, minyak hewan, lemak hewan. Tapi yang bahan makanan segar cenderung menglamai deflasi," kata Suryamin saat menggelar konferensi persnya di kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).
Selain itu, lanjut Suryamin, rokok juga menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Maret 2016 sebesar 0,36 persen.
"Karena kan ada kenaikan harga di cukai makanya naik harga rokok," katanya.
Kendati demikian, realisasi inflasi pada Maret 2016 tergolong cukup terkendali. Dalam lima tahun terakhir, realisasi inflasi ada yang lebih tinggi namun juga ada yang lebih rendah dari realisasi di 2016 ini.
"Pemerintah sudah mulai mengendalikan harga sampai ke kota-kota," katanya.
Berita Terkait
-
Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen
-
Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan
-
Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen
-
Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS
-
Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak