Suara.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) fokus menyasar minat investasi tiga sektor prioritas dari Belanda, yakni sektor maritim, pertanian dan infrastruktur.
Inventarisasi sektor-sektor prospektif dilakukan menyusul rencana lawatan Presiden Joko Widodo ke Eropa pada 17-23 April mendatang.
Kepala BKPM Franky Sibarani dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (16/4/2016), mengatakan realisasi investasi dari Belanda yang masuk ke Indonesia merupakan yang terbesar bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.
"Dari data BKPM, untuk periode 2010-2015 realisasi investasi dari Belanda mencapai Rp70 triliun atau berada di peringkat keenam daftar peringkat realisasi investasi per negara," katanya.
Menurut Franky, nilai realisasi Belanda tersebut di atas Inggris yang berada di posisi 16 dengan nilai realisasi mencapai Rp31 triliun.
Dia mengharapkan kunjungan Presiden tersebut dapat mendorong capaian investasi terutama di tiga sektor prioritas tersebut.
"Dari 20 perusahaan Belanda teratas yang dipantau oleh BKPM dengan nilai komitmen investasi 2,6 miliar dolar AS dari komitmen tersebut telah direalisasikan senilai 1,45 miliar dolar AS," katanya.
Franky menambahkan bahwa berbagai langkah strategis dilakukan oleh BKPM untuk menjaring minat investasi dari negeri kincir angin tersebut.
Diantaranya kerja sama antara kantor perwakilan BKPM dengan perwakilan RI di Belanda untuk melakukan pendekatan dengan basis perusahaan.
"Kantor perwakilan BKPM telah diminta untuk menyiapkan 20 perusahaan-perusahaan sasaran utama di masing-masing sektor prioritas untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan untuk meyakinkan perusahaan agar menanamkan modalnya di Indonesia," imbuhnya.
Mengacu pada data yang dikeluarkan oleh FDI Times, investasi dari Belanda ke seluruh dunia pada tahun 2015 mencapai 71 miliar dolar AS, dari jumlah tersebut yang mengalir ke Indonesia hanya 3 persen dan berada diperingkat 11 dari daftar negara tujuan investasi Belanda.
"Mayoritas investasi dari Belanda masuk ke AS, Tingkok dan Inggris," katanya.
Sementara jika dilihat dari negara pesaing, Indonesia masih jauh di bawah Malaysia dengan nilai mencapai 3,2 miliar dolar AS, berada di posisi ke empat tujuan investasi Belanda. (Antara)
Berita Terkait
-
Justin Hubner Cetak Gol Penentu Kemenangan Fortuna Sittard Lawan NEC Nijmegen di Liga Belanda
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Usai Pisah dengan Timnas Indonesia, Alex Pastoor Blak-blakan Incar Kursi Pelatih AZ Alkmaar
-
Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik
-
Purbaya Turun Tangan Selesaikan Proyek Jumbo Gas Abadi Masela
-
Transformasi Gaya Hidup Pintar, Produk Smart Home Makin Canggih Berkat AI
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak
-
Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Gimana Nasib Penerbangan Umrah?
-
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA