Suara.com - Salah satu cara yang membuat kita bisa mengendalikan pengeluaran dengan pemasukan yang kita miliki adalah membuat catatan belanja yang kita lakukan. Meski menjadi cara yang terlihat sederhana dan mudah, namun tidak semua orang mau melakukan-nya.
Beberapa orang menganggap cara ini terlalu sederhana dan tidak berdampak apa-apa. Sehingga mereka memilih untuk sekadar mencatat total jumlah pengeluaran.
Akan tetapi, ketika sudah menjumlahkan semuanya dan Anda merasa ada selisih antara rencana anggaran dengan realita belanja, kemungkinan yang Anda lakukan hanyalah sekadar mengingat kapan Anda berbelanja paling banyak dan untuk apa.
Beruntung bila pengeluaran tersebut jelas untuk satu kebutuhan yang memang menuntut biaya banyak sehingga Anda bisa lebih mengontrol penggunaan barang tersebut dan menghemat pengeluaran di periode selanjutnya. Masalahnya, bagaimana jika uang yang Anda belanjakan tersebut ternyata tidak hanya untuk mendapatkan satu macam barang? Apakah lantas Anda harus mengurangi penggunaan semua barang belanjaan yang menghabiskan cukup banyak dana tersebut?
Maka, untuk membantu Anda menumbuhkan kedisiplinan dalam membuat catatan pengeluaran, kami akan memaparkan beberapa cara mudah yang bisa Anda terapkan. Fungsi dari membuat catatan belanja ini adalah untuk menelusuri secara pasti alokasi dana masuk yang Anda miliki sehingga ketika mengetahui adanya kelebihan alokasi dana pada suatu kebutuhan bisa segera tampak dan ditindaklanjuti.
1. Sisihkan 1/3 Gaji untuk Ditabung
Ketika Anda menerima pendapatan hasil kerja Anda, selalu biasakan untuk menyisihkan setidaknya sepertiga bagian dari gaji Anda untuk dimasukkan dalam tabungan atau dianggarkan sebagai dana investasi. Jangan membiasakan diri untuk membelanjakan dulu uang Anda sehingga mendapatkan kebutuhan lantas sisa dari gaji tersebut baru ditabung. Hal ini sangat tidak efektif. Anda akan terbiasa untuk hidup benar-benar mengandalkan 100% uang pendapatan Anda.
Ketika terjadi hal tak terduga yang menuntut biaya lebih, bisa jadi Anda tidak bisa menanggungnya. Selain itu, perlu diketahui bahwa di masa depan Anda membutuhkan sejumlah dana untuk biaya hidup ketika Anda sudah tidak produktif bekerja. Apakah sanggup hanya dengan mengandalkan uang pensiun tanpa memiliki tabungan atau investasi apapun?
2. Penuhi Kebutuhan Harian Anda
Kebutuhan sehari-hari harus menjadi prioritas setelah tabungan atau investasi. Selalu beri bagian yang mencukupi untuk hal ini mulai dari kebutuhan makan hingga tagihan air dan listrik. Jangan pernah memotong anggaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari karena bisa jadi aktivitas Anda akan sangat terganggu.
Misalkan Anda memotong anggaran untuk makan hingga sehari hanya dua kali makan, atau Anda memotong anggaran listrik padahal Anda sangat membutuhkan komputer untuk bekerja. Jika hal ini benar-benar terjadi, Anda tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena terlalu lemas akibat kurang gizi atau pekerjaan menjadi tidak selesai karena Anda sudah terlalu lama menggunakan komputer.
3. Perhatikan Kebutuhan Makanan Keluarga
Khusus untuk kebutuhan makan, Anda harus bisa menentukan besaran-nya secara pasti. Untuk mengetahui hal tersebut, Anda harus bisa merencanakan kebutuhan makan Anda akan menghabiskan berapa banyak. Setidaknya sisihkan sepertiga bagian dari biaya kehidupan sehari-hari untuk kebutuhan makan.
Makan adalah kebutuhan primer yang tidak bisa Anda hindari, usahakan untuk tidak mengganggu alokasi dana yang sudah ditetapkan. Jika alokasi dana ini berkurang untuk kebutuhan yang lain hingga Anda sampai mengorban-kan kebutuhan makan, bisa jadi Anda justru sakit dan pada akhirnya mengeluarkan dana lebih banyak untuk berobat.
4. Perhatikan Anggaran Kebutuhan Lainnya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
IHSG Masih Betah di Level 6.000 pada Sesi I, BMRI dan BBCA Diserbu
-
Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci
-
Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List
-
Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak
-
Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik
-
KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif
-
Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak
-
Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini