Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (24/5/2016) pagi melemah 36 poin menjadi Rp13.609 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.573 per dolar AS.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan bahwa potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat yang ditargetkan pada Juni 2016 masih menjadi salah satu faktor yang menopang dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia.
"Sinyal kenaikan suku bunga Amerika Serikat (The Fed) membuat dolar AS bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, kembali melemahnya sejumlah harga komoditas dunia, terutama minyak mentah setelah Iran bersikeras tidak akan mengurangi pasokan yang ada menambah sentimen negatif bagi mata uang rupiah.
Terpantau, harga minyak mentah dunia jenis WTI crude pada Selasa (24/5) pagi berada di posisi 47,92 dolar AS per barel, melemah 0,33 persen dan Brent crude di level 48,12 dolar AS per barel, turun 0,48 persen.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa meski dolar AS menguat namun relatif masih terbatas menyusul data manufaktur Amerika Serikat yang mengoreksi harapan kenaikan suku bunga acuan AS.
Di sisi lain, lanjut dia, pembahasan pengampunan pajak atau "tax amnesty" yang masih berlanjut, diharapkan dapat memberikan sentimen positif ke pasar keuangan domestik jika disahkan segera.
"Peluang rupiah untuk kembali bergerak ke area positif masih terbuka meski terbatas karena harga minyak mentah yang masih melemah," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
-
Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?
-
PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya
-
Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat
-
IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak
-
Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun