Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (17/6/2016) ditutup naik sebesar 20 poin atau 0,43 persen ke level 4.835 setelah bergerak di antara 4.806 - 4.838. Sebanyak 175 saham naik, 112 saham turun, 89 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 6.004 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp 34 miliar.
Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe, Senin (20/6/2016).
Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah akhir pekan lalu di tengah kekhawatiran terhadap isu keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit) pekan ini. Departemen Perdagangan AS melaporkan Housing starts di bulan Mei merosot -0.3 persen ke laju 1.16 juta unit dibanding bulan sebelumnya di 1.17 juta unit. Sedangkan Building permits menanjak 0.7 persne di bulan Mei ke 1.14 juta unit laju tahunan. Pada basis year-on-year total rumah baru di AS naik 9.5 persen di bulan Mei dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dow Jones ditutup melemah 0.33 persen, Nasdaq turun 1.13 persen dan S&P Indek turun 0.33 persen.
Pasar saham kawasan Eropa ditutup naik setelah ditundanya kampanye untuk hari kedua baik untuk yang mendukung "tinggalkan" dan "bertahan" terhadap Brexit setelah pembunuhan anggota parlemen Jo Cox pada hari Kamis. Cox, ada-lah anggota partai Buruh, yang sangat vokal mendukung Inggris untuk bertahan di Uni Eropa. FTSE di Inggris ditutup naik 1.19 persen, DAX Jerman naik 0.85 persen dan CAC Prancis naik 0.98 persen.
Sementara di Indonesia, para pengusaha nampaknya sudah harus bersiap diri menghadapi kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan mengesahkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Tax Amnesty pekan depan. Menurut Menkeu, salah satu kesepakatan di Panja yang sudah kelar adalah pertama soal syarat aset yang dideklarasikan atau direpatriasi. Pemerintah akan minta nilai aset tersebut sesuai nilai wajarnya. Jika dalam bentuk properti atau tanah, harus sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 2015.
"Dengan begitu, aset tersebut tak boleh memakai perhitungan harga perolehan. Ini agar nilai aset yang dilaporkan tak terlalu rendah. Apalagi banyak aset yang nilai perolehannya terjadi puluhan tahun silam," kata Kiswoyo.
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini