Pemerintah pusat masih membahas secara matang rencana pembangunan jalur kereta api khusus penumpang di Provinsi Kalimantan Timur.
"Untuk membangun transportasi massal yang murah dan berjangka panjang, perencanaannya tidak bisa terburu-buru, makanya hingga kini kami dan pusat sering melakukan koordinasi," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim Hafiz Lahiya di Samarinda, Minggu (26/6/2016).
Ia mengaku, pihaknya dengan Kementerian Perhubungan sudah dua kali menggelar Focus Group Discution (FGD) khusus membahas rencana pembanguna jalur rel kereta api penumpang di wilayah selatan dan utara Kaltim.
Dua kali FGD itu digelar di Jakarta untuk menentukan trase jalur kereta api, terutama untuk trase Kabupaten Tanjung di Kalimatan Selatan, menuju Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajaman Paser Utara di Provinsi Kaltim.
Untuk rute arah Kaltim mulai dari trase Tanjung - Paser - Balikpapan diperkirakan memiliki jalur sepanjang 233,7 kilometer (km). Sementara potensi angkutan penumpang diperkirakan mencapai 456.100 orang per tahun.
Kemudian perkiraan angkutan barang untuk rute tersebut mencapai 24.787.900 ton per tahun, sedangkan perkiraan kebutuhan pembiayaannya mencapai Rp31,09 miliar.
Sedangkan untuk jalur Balikpapan - Samarinda yang sepanjang 89,2 km diperkirakan menelan biaya sebesar Rp7,86 miliar, potensi penumpang sebanyak 508.903 orang per tahun, dan potensi barang mencapai 25.223.855 ton per tahun.
"Pembangunan jaringan kereta api untuk menghubungkan semua kawasan di Kalimantan merupakan program pusat, sehingga pendanaannya juga dari APBN. Kami di daerah hanya memfasilitasi dan mendukung pelaksanaannya," ucap Hafiz.
Perencanaan trase rel kereta api dilakukan beberapa tahap yang dimulai 2015, yakni tahap per kawasan mulai dari perbatasan Kalsel-Kaltim, hingga Kaltim-Kaltara sampai pada akhirnya pada 2020 ditargetkan terhubung.
Tahap pertama yang dikerjakan adalah trase dari Kabupaten Tanjung di Kalsel untuk menghubungkan Tana Grogot, Kabuaten Paser di Kalimantan Timur sepanjang 150 km.
Pada 2017 hingga 2018 dilakukan pembebasan lahan agar bisa dilakukan pekerjaan lanjutan, yakni pemasangan konstruksi mulai 2018 hingga 2020 dengan dana dari APBN melalui pola multiyears contract atau kontrak tahun jamak.
Untuk pembangunan konstruksi dan sarana di jalur Tanah Grogot - Balikpapan diperkirakan lebih cepat, yakni dilakukan pada 2017 dan 2018. Untuk konstruksi dari dana APBN dengan pola kontrak tahun jamak 2018 hingga 2020.
"Sedangkan untuk pembangunan sarana, dananya dari Kementerian Perhubungan dan BUMN atau BUMD, setelah itu dilanjutkan ke jalur Balikpapan - Samarinda," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak