13-14 5.85 persen
14-15 6.35 persen
15-16 6.46 persen
16-17 6.15 persen
17-18 5.67 persen
Para pencari properti umumnya menjelajahi properti pilihan mereka pada jam-jam kantor, dan tertinggi pada waktu istirahat. Mungkin ini bisa menjelaskan mengapa Jumat bukan termasuk hari favorit bagi mereka, meskipun Jumat lebih dekat dengan Sabtu dan Minggu di mana mereka berencana mengunjungi lokasi properti. Hal ini mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim dan harus menunaikan ibadah pada Jumat siang hari, dan berdampak terhadap waktu yang mereka manfaatkan untuk menjelajahi properti pilihan.
“Membeli properti adalah keputusan penting dalam hidup. Karena itu, para pencari properti membutuhkan waktu cukup panjang untuk menentukan keputusan terbaik. Namun para pelaku industri properti juga harus menyadari, meski periode pengambilan keputusan relatif lama, karakter konsumen properti Indonesia saat ini sudah berubah seiring perkembangan teknologi. Mereka membutuhkan respon cepat, always on, transparan dan media-rich. Meski mereka aktif mencari properti melalui desktop di jam kantor, mereka juga bisa menjelajahi properti di mana saja melalui aplikasi mobile dan langsung menghubungi pemilik properti/developer/agen dengan segera," tambah Wasudewan.
Selain itu, hal yang tak kalah penting, para konsumen properti juga berusaha menemukan ulasan yang transparan dan obyektif agar mereka semakin yakin dalam mengambil keputusan. Informasi berupa teks dan foto seolah tak cukup bagi mereka, karena para konsumen properti juga membutuhkan video dan tur virtual agar gambaran tentang hunian yang akan mereka beli semakin jelas. "Rumah.com juga menyadari perkembangan ini. Karena itu, pada tahun ini, kami meluncurkan solusi e-Property Track dan Virtual tour 3 dimensi, yang akan membantu developer dan agen dalam membantu konsumen menemukan hunian yang mereka idamkan. Begitu pula dengan Resensi Properti yang saat ini sangat diandalkan oleh pencari properti di Indonesia,” tutup Wasudewan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?