Suara.com - Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Namun, manusia pun dikenal sebagai makhluk yang tidak pernah puas dan tidak akan pernah puas. Hal ini terjadi pada keseharian kita, di mana kita terus melakukan hal-hal yang bersifat konsumtif.
Sifat konsumtif itu sendiri memang sudah mengakar di setiap manusia, di mana berbelanja adalah merupakan salah satu hal yang paling sering dilakukan. Terutama untuk kaum wanita, di mana mereka percaya dengan berbelanja mereka bisa menghilangkan mood negatif pada diri mereka.
Di Amerika, masalah kebiasaan belanja yang konsumtif ini sudah mulai disadari oleh pihak mereka. Bahkan, mereka sampai membuat peringatan “Buy Nothing Day”, di mana setiap orangnya tidak diperbolehkan untuk belanja apapun dan mengharuskan mereka untuk menabungkan uang yang mereka miliki.
Di Indonesia, hal ini memang belum ada bentuk nyatanya, namun dalam artikel ini, kami akan memberikan 3 cara jitu yang bisa Anda lakukan untuk melawan sifat konsumtif tersebut.
1.Sadar akan Bahaya Sifat Konsumtif
Sifat konsumtif ternyata adalah sifat yang di dasari untuk mencari kesenangan saja. Sebagai contoh, orang-orang dengan sengaja berbelanja dengan jumlah yang sangat besar hanya untuk mencari kesenangannya saja, sedangkan barang yang ia beli sebenarnya tidak begitu penting dan juga tida begitu ia inginkan. Walaupun di satu sisi Anda akan mendapatkan kesenangan, namun di sisi lain hal ini bisa sangat berbahaya untuk kondisi keuangan Anda.
Bagi Anda yang menggunakan kartu kredit, sifat konsumtif ini bisa jadi sangat merugikan. Dengan sistem yang membebaskan Anda dari berbelanja dengan jumlah berapapun, hal ini bisa menjadi beban yang sangat berat di akhir periode nanti, di saat Anda harus membayar tunggakan tersebut.
Selain itu, sebenarnya masih banyak lagi bahaya yang bisa Anda dapatkan dari sifat konsumtif tersebut. Jadi cobalah untuk lebih sadar akan akibat-akibat yang nantinya bisa Anda dapatkan dengan memiliki sifat konsumtif tersebut.
2. Hilangkan Dilematis dan Gengsi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa banyak orang yang berbelanja dengan terlalu konsumtif, sebenarnya mereka hanya mencari kesenangan dan juga gengsi semata, bukan demi barang yang benar-benar mereka inginkan. Hal inilah yang menjadi sangat berbahaya, di mana seseorang membeli sesuatu yang melebihi dari kebutuhan dirinya sendiri. Contoh lainnya adalah sebuah keluarga yang hanya beranggotakan 1 Ayah, 1 Ibu dan 1 Anak dengan umur 12 tahun memiliki 3 buah mobil dan juga 2 buah motor. Hal ini tentu sangat menunjukan bahwa barang yang mereka miliki sudah melebihi dari kebutuhan mereka.
Gengs inilah yang biasanya menjadi penyakit awal dari sifat konsumtif. Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan gengsi-gengsi tersebut. Ingatlah di mana banyak orang yang berbelanja melebihi kebutuhan mereka, tapi di jauh sana masih banyak pula orang yang mengantri hanya untuk mendapatkan sesuap nasi dan juga harus bekerja dengan sangat keras hanya untuk mendapatkan sembako. Dengan terus melihat ke bawah, hal ini mungkin bisa menjadi salah satu pemicu hilangnya gengsi tersebut dan bahkan menghilangkan sifat konsumtif yang Anda miliki.
3. Buatlah Perencanaan Keuangan
Masih sama dengan poin-poin sebelumnya, di mana sifat konsumtif harus segera dihentikan karena hal ini bisa sangat berbahaya bagi kondisi keuangan Anda di masa depan nanti. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat perencanaan keuangan. Anda harus paham betul prioritas mana saja yang sifatnya wajib bagi Anda untuk mengeluarkan uang. Biaya seperti bulanan keluarga, utang, cicilan kredit dan juga tabungan untuk pendidikan anak adalah biaya yang sifatnya wajib untuk Anda bayar.
Jadi janganlah sekali-sekali menggunakan jatah uang tersebut untuk Anda belanjakan secara konsumtif, karena sekali saja rencana keuangan tersebut Anda langgar, hal ini biasanya akan memancing pelanggaran-pelanggaran lainnya di kemudian hari. Jadi, gunakan lah uang Anda dengan bijak, dengan menggunakannya untuk kebutuhan-kebutuhan primer dan utama bagi Anda dan juga keluarga. Dengan begitu, sifat konsumtif Anda pun akan hilang pelahan-lahan secara sendirinya.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
-
Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres
-
Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior
-
Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik
-
IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir
-
Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya
-
Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float
-
Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif